Wisata Keren

04
Feb

Treking Mangrove, Pantai Anora, Bukit Love dan Tugu Karimun Jawa #Day 4

Sat 4 Feb 2017, 17:02pm

4

    Liburan di Karimun Jawa sudah memasuki hari keempat. Hari teralhir ini kami habiskan untuk tur darat. Jalan-jalan mengunjungi Eco Wisata Mangrove aka Taman Nasional Karimun Jawa, Pantai Anora, Bukit Love dan Tugu Karimun Jawa. Nah sebelum ekplorasi dimulai, sopir mobil sewaan saya suruh untuk menjemput Ana dan Mr. Paul terlebih dulu, sementara  kami harus berkemas-kemas untuk memindahkan koper karena sudah tidak menginap lagi di Hotel CocoHut. Kebetulan kamar disini pas hari terakhir ini sdh full booked, dan alasan yang kedua kami harus bergeser ke penginapan yang dekat dengan pelabuhan Karimun Jawa supaya keesokan paginya tidak perlu terburu-buru untuk mengejar kapal, apalagi kami bermaksud untuk kembali ke Jepara menggunakan kapal cepat Bahari Express yang sudah bisa berlayar lagi dan hanya ada sekali pelayaran setiap harinya.

    Setelah meninjau homestay sana-sini, akhirnya pilihan jatuh ke homestay Sadewo. Selain bersih dan murmer, letaknya sangat deket pelabuhan, bisa dijangkau cukup dengan jalan kaki. Berikutnya saya ingin membeli tiket kepulangan menggunakan kapal Bahari Express, gak nyangka si sopir menyeletuk, mengatakan bahwa anaknya dia kerja di kantor perwakilan penjualan tiket kapal Bahari Express, Karimun Jawa. Wah kebetulan sekali pikirku. Beres, hahaha belum juga, ternyata hari itu kantornya masih tutup karena adanya tradisi perayaan "Lomban". Ini merupakan pestanya para nelayan, yaitu membuang sesajen di lautan lepas dengan menggunakan perahu-perahu yang sudah dihias menarik. Perayaan ini mempunyai makna sebagai ucapan syukur atas berkat yang didapatkan oleh nelayan. Biasa dilaksanakan seminggu setelah Hari Idul Fitri. Biasanya dilaksanakan di pantai Tanjung Gelam. Pas ditelpon, anaknya memberitahu kalau tiket kapalnya tidak bisa direservasi (aturan perusahaan) dan harus beli pada hari yang sama, nah ini yg bikin galau. Tapi bisa nitip dibelikan besoknya pas buka.

 

Gerbang pintu masuk Taman Nasional Karimun Jawa

 

    Perjalanan dimulai, tempat pertama yang kami tuju adalah Taman Nasional Karimun Jawa. Trekking Mangrove ini terletak di sebelah utara (Pulau Kemujan), yang jaraknya 18 km atau sekitar 30 menit dari pusat Kota Karimun Jawa. Baru diresmikan sekitar bulan Mei 2012. Di dalam sini kita bisa jalan santai sambil menikmati bebauan dedaunan hutan bakau. Jangan lupa olesi badan dengan lotion anti nyamuk. Untuk tiket masuk, kita cukup merogoh Rp. 5000 saja. Jam buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

 

Murah meriah oye...

 

    Obyek wisata Mangrove ini bagus juga lho, buat jalan jalan sehat apalagi hari masih pagi. Kami berjalan kaki mengikuti rute yang terpampang di mapnya, sampai tiba di menara pemantau (Bird Watching), sambil sekali-sekali istirahat di gubuk perhentian. Tiba di menara pemantau, sebaiknya naik ke atas menara supaya bisa melihat pemandangan lepas. Alamak view-nya, buagusss dech. Menikmati matahari terbenam bisa juga dilakukan di menara yang juga disebut Sunset Area (Huruf F).

 

Map jalur trekking

 

Mejeng dulu sebelum trekking

 

    Dengan luas area sekitar 10 hektar, dan jalur trekkingnya sendiri panjangnya 2 km dan terbuat dari papan kayu yang berkelok-kelok, nah lho. Tapi jangan kuatir memutari jalur trekking akan terasa sebentar jika dibarengi dengan melihat-lihat kecantikan hutan mangrove ini, suara-suara kicauan burung, desir angin dan yang jelas jangan terlalu sore kalau mau kesini kalau gak mau kena cium nyamuk-nyamuk nakal .

 

Menara Pantau

 

Salah satu view dari atas menara pantau

 

    Lepas dari sini, kami  penginnya melihat Pesta Rakyat Lomban tadi, yang diadakan di Pantai Tanjung Gelam. Meluncurlah mobil kami ke Tanjung Gelam, sayangya pas tiba di tempat, acaranya keburu sudah bubaran. Selanjutnya kami ditawari untuk diantar menuju suatu pantai yang agak tersembunyi, pak sopir menyebutnya pantai Cup-cup. Ya wes, kami meng-iya-kan aja, karena sepertinya kok menarik apalagi mendengar namanya kayak suatu iklan bumbu masakan gitu - Cup-cup - hahaha.

 

Pantai Cup-cup aka Pantai Anora

 

    Dari Pantai Tanjung Gelam, mobil kembali ke jalur utama, sebelum akhirnya melintas di jalan yang offroad, jalan yg agak sempit hingga kalau papasan mobil harus bener-bener pelaan jalannya. Dalam goyangan off road perjalanan mobil ini, terjadi obrolan seputar namannya yang "Cup-cup" tadi. Katanya konon ketika pantai tersebut ditemukan pertama kali, di "Secret Garden"-nya pantainya (wah tambah seru, ada "tempat rahasia" segala) terlihat sepasang kekasih londo (wisman maksudnya) yang lagi memadu kasih alias pacaran, pake memperagakan jari2 kedua telapak tangan dikuncupkan dan saling disentuhkan layakya orang ciuman (sensor) gitu lho he..he..he.., makanya dinamakan cup-cup.

 

Salah satu sudut pantai Anora

 

    Setelah tiba di bibir pintu masuk Pantai Anora ini, kami turun dan disambut oleh seorang bapak tua. Nah ini bapak juga ikut bercerita ringkas kepada saya, katanya pantai ini awalnya masih belum dijamah dan beliaulah yang secara swadaya membangun semua pernak-pernik di situ. Dan memang kelihatan sekali tatanan pantai ini memang masih seadanya banget, padahal suasananya buaaagusss lho.

 

Treking Cinta - The Secret Garden

 

    Begitu masuk kami menemukan gapura yang ala kadarnya dan terkesan "Hand Made" bertuliskan Treking Cinta. Nah kalau mau menuju "Secret Garden" tempat ditemukan si sepasang kekasih bule tadi, disinilah startnya. Dengan latar belakang 2 buah pohon kelapa (seperti sepasang kekasih), bikin hati pengin tahu aja untuk menyusuri Jalur Cinta ini. Saya dan istri (bak sepasang kekasih wk..wk..wk) sepakat untuk menyusuri treking menuju secret garden. Jalurnya naik turun dan lumayan curam lho (si londo mau pacaran aja kok cari tempat yang rempong gini ). Dan akhirnya kami tiba di ujung yang memang kereeen banget tempatnya. Pemandangan lepas pantainya bagus. Di bibir pantainya, ada juga pohon bercabang dua yang tumbuh alami lalu diberi papan buat duduk, ceritanya supaya bisa duduk berduaan nich, pokoknya serba dua kalau disini (anak-anak off dulu).

 

Pohon Kemesraan

 

Best view

 

    Selain itu disini juga terdapat ayunan. Wah pas banget, sambil duduk main ayunan bisa menikmati deburan ombak lepas pantai dan hembusan angin yang sepoi-sepoi. Sayang sekali tempat sebagus ini tidak dikelola dan dikembangkan sebagai obyek wisata andalan Karimun Jawa dan hanya dikelola secara swadaya oleh seorang bapak yang bercerita kepada saya di pintu masuk tadi.

    Waktu terus berjalan menjelang petang, rencana berikutnya kami ingin menikmati sunset dari Bukit Love. Dari Pantai Anora ini, mobil kami kembali bergerak menuju Bukit Love. Dari jalan utama, masuk ke jalan yang agak menanjak sehingga ketemu batu bertuliskan LOVE yang merupakan ciri khas Bukit Love. Pemandangan sunset dari sini indah sekali.

 

Ciri khas Bukit Love

 

    Kalau berjalan kaki naik sedikit di jalan yang ada diseberang tulisan LOVE ini, dengan mudahnya kita akan menemukan Tugu Karimun Jawa yang unik. Sepertinya di lokasi ini masih dalam tahap pengerjaan namun tidak tau juga akan dibangun apa disitu, karena hanya ada batu pahatan bertuliskan "Karimun Jawa", yang menarik buat mejenk.

 

Tugu Karimun Jawa

 

    Waktu berjalan begitu cepatnya ketika menikmati pemandangan dari bukit sini, tak terasa sudah hampir gelap, sehingga kita turun menuju alun-alun kembali untuk bersantap malam.

    Keesokan paginya, saya bergegas menuju kantor penjualan tiket Bahari Express yang lokasinya cukup dekat dari Homestay Sadewo tempat kami menginap. Cukup berjalan kaki sekitar 200m sudah tiba di depan kantor dan alamak di papan pengumuman kantor tsb sudah terpampang kalo tiket Bahari Express untuk hari itu sudah terjual habis. Beruntung kami sudah pesan duluan sehingga tinggal ambil dan bayar aja, dan tra..la..la..la, tiket pun sudah ditangan.

 

Penampakan Tiket Bahari Express

 

    Hari itu Kapal Bahari Express dijadwalkan akan berlayar pukul 09.00, jadi kami masih punya waktu sekitar 1 jam. Kesempatan ini kami gunakan untuk jalan-jalan aja di seputaran Kapuran. Dan ternyata kami menemukan ada Taman Kupu-Kupu yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat. Tampaknya antusias warga sini dalam menyediakan obyek wisata alternatif cukup kreatif juga.

 

Butterfly Park

 

Gerai Permainan di Butterfly Park

 

    Jam sudah menunjukan hampir pukul 09.00, tuntaslah sudah jalan-jalan kami di Karimun Jawa, kami berjalan kaki menuju dermaga dan naik kapal Bahari Express untuk kembali ke Jepara dan pulang ke rumah.

 

Suasana Di dalam Kapal Bahari Express

 

    Bye-bye Karimun Jawa, We will miss you.



4 Jejak Komen
  • batu Paintball

    Wed 22 Nov 2017, 2:52am
    ini jln sendiri oom? ga pke biro perjlnan yah? kalau sama ikutan open trip kira2 enak mana ya?

    Merespon

    • Yvzur

      Fri 24 Nov 2017, 1:31am
      Iya jalan sendiri lebih enjoy

      Merespon

  • Barka

    Fri 24 Mar 2017, 1:12am
    Halo Mas Yvzur! akhirnya update lagi blognya mas, saya sudah mengikuti blognya Mas Yvzur,

    Kira-kira apakah bisa saya minta kontak email mas Yvzur, untuk keperluan kerjasama mas?

    terimakasih Mas Yvzur

    Merespon

    • Yvzur

      Fri 24 Mar 2017, 9:34am
      Halo Barka
      terima kasih atas kunjungan setianya :)
      email sent ya silahkan cek, sy tunggu kerjasamanya

      salam traveling

      Merespon


Ninggalin Jejak





 (opsi : Isikan link web-mu jika ada)



     Ikuti jejak komentar via email (Subscribe)

Kode Sekuriti