Wisata Keren

User Online : 5







Sponsor

05
Oct

Baiyoke Sky, Platinum Fashion Mall, Pantip Plaza #Day 5

Sat 05 Oct 2013, 8:14am

22

    Baiyoke Sky masih memegang rekor sebagai bangunan tertinggi di Thailand disaat saya berkunjung ke Thailand, bahkan di wiki dikatakan sebagai hotel tertinggi di Asia Tenggara. Bangunan yang berada di jalan Ratchaprarop 222 dan berlantai 85 dengan ketinggian mencapai 304 meter (328.4 meter dengan menara) yang difungsikan sebagai hotel dengan 658 kamar ini, ternyata memang mampu menjadi magnet di mata para penikmat wisata, tak terkecuali saya sendiri he...he...he.  Namun rekor ini bakalan tumbang di tahun 2015 ketika gedung MahaNakhon yang mencapai 314 meter di area Silom sudah berdiri. Hampir setiap hari di kala musim liburan, lingkungan sekitar hotel Baiyoke Sky ini selalu penuh sesak, begitu juga di lobi hotel dan akses lift selalu padat berjubel dengan wisatawan yang ingin mengunjungi lantai dek observasi dan lantai puncak hanya sekadar untuk meihat pemandangan kota bangkok dari atas ketinggian.

 

Hotel Baiyoke tertinggi di Asia Tenggara (credit to Kim Seng)

 

    Serasa memiliki kepuasan tersendiri tatkala bisa mampir dan mengeksplorasi bangunan tertinggi di Thailand ini. Berhubung kita mendapat free breakfast, begitu bangun pagi segeralah bersiap-siap ingin mangkok dari ketinggian. Restorannya berada di lantai 76. Setelah ketemu dengan penjaga restoran dan dipersilahkan masuk (ternyata agak ketat juga), mata saya langsung tertuju ke tempat duduk dekat jendela kaca yang masih kosong. Ketika mengambil makanan, beberapa kali terdengar suara obrolan yang tidak asing ditelinga, ternyata banyak juga orang indo yang menginap dan sarapan disini.

 

View dari jendela kaca restoran

 

    Pemandangan Kota Bangkok yang ruwet dengan berbagai gedung tinggi bertebaran, jalan layang yang melingkar kesana-kemari dan bertumpuk, serta beberapa titik mengalami kemacetan tampak terlihat jelas dari sini. Sepertinya Kota Bangkok ini memang ada kemiripannya dengan Kota Jakarta.

 

Variasi makanan yang tersedia hmm yumi....

 

    Selesai kenyang sarapan, saya beranjak untuk menuju dek observasi yang terletak di lantai 77. Di dalam dek observasi ini, kita bisa berjalan memutari ruangan 360° juga, sambil melihat-lihat beberapa diorama, ada diorama kota bangkok tempo dulu, ada galeri Bangkok yang memajang pernik-pernik souvenir Thailand, miniatur pasar apung lengkap beserta perahunya, ada becak khas bangkok dan tuk tuk, riwayat pembangunan Hotel Baiyoke sky termasuk contoh dari tiang pancang, dimana dikatakan sebanyak 306 tiang pancang berdiameter 1.5 meter dan panjang 65 meter digunakan untuk menopang berdirinya bangunan tertinggi ini.

 

Tiang pancang Hotel Baiyoke

 

Becaknya Kota Bangkok

 

    Disini kita juga bisa melihat-lihat pemandangan kota bangkok dari ketinggian menggunakan teropong yang tersedia. Berhubung masih tidak ada pengunjung, kami bener-bener leluasa dan nyaman berkeliling sambil mengambil foto :D, inilah salah satu keistimewaan tamu yang menginap. Bisa dibayangkan sendiri, ketika loket penjualan tiket di lobby hotel untuk wisatawan luar (tamu yang tidak menginap) mulai dibuka, dek observasi ini akan penuh sesak diserbu wisatawan tsb. Jadi jika memiliki budget lebih dan ingin mengunjungi Baiyoke Sky, sebaiknya menginap aja sekalian, karena bisa lebih leluasa tanpa batasan waktu, keluar masuk dek observasi, "Roof Top Bar", "Bangkok Balcony", ataupun menuju "Revolving Roof Deck" (lantai teratas).

 

Loket Penjualan tiket dekat pintu keluar masuk hotel

 

    Waktu sudah beranjak siang tapi masih ada 1 lantai lagi yang paling atas, yaitu lantai 84 (Revolving Roof Deck) yang wajib dikunjungi, saya skip dulu dan jadwalkan untuk berkunjung malam hari saja karena pasti akan mendapatkan view yang berbeda. Sekarang waktunya untuk menuju kawasan surga belanja di kota Bangkok, apalagi kalu bukan menuju Pasar Pratunam, Platinum Fashion Mall dan Pantip Plaza. Kami turun menggunakan lift menuju lobi hotel, benar saja, kami berpapasan dengan wisatawan luar yang mulai memenuhi lobi dan lift, benar-benar penuh sesak.

 

Direktori Lift dari Hotel Baiyoke Sky

 

    Seperti yang sudah saya paparkan sebelumnya, pengunjung hotel yang tidak menginap dan mau melihat-lihat di "Observation Deck" ataupun "Revolving Roof Deck", bisa membeli tiket seharga B300, dan tiket bisa ditukar dengan minuman gratis di lantai 83. Tiket bisa dibeli di loket penjualan dekat pintu masuk hotel. Namun saya sarankan reservasi dulu aja disini, dengan harga kurang lebih sama, namun mendapat jatah makan International Buffet di Sky Restoran hotel tsb, lumayan khan.

 

 

Rute menuju segiempat emas perbelanjaan

 

    Godaan aroma belanja sudah kental terasa ketika berada di halaman Hotel ini, sama seperti malam sebelumnya, cukup jalan kaki beberapa langkah kita sudah mencapai pasar pratunam yang berjualan pakaian. Meski masih siang tapi pengunjung sudah berjubel ramai disini, kita mengulangi lagi rute semalam menuju jalan besar (Phetchaburi Rd), dimana Platinum Fashion Mall dan Pantip Plaza berada, tepatnya di seberang jalan. Ada baiknya naik jembatan penyeberangan yang tersedia untuk sampai di seberang. Ada 2 jembatan penyeberangan, yang satu terhubung ke Platinum Fashion Mall, sedangkan yang satunya terhubung ke Pantip Plaza. Kami naik jembatan yang turun ke Pantip Plaza. Disamping Pantip Plaza ini ada hotel Grand Diamond seperti dalam gambar yang lumayan rekomended juga coba cek disini

 

Kawasan Phetchaburi Road

 

    Pantip Plaza buka setiap hari dari Pk. 10.00 - 20.00, berisi toko-toko yang menjual komputer, software, laptop, gadget, aksesories dan sebangsanya. Saya berkeliling di Pantip Plaza sebentar untuk membeli steker listrik karena model stopkontak hotel Baiyoke tidak cocok dengan yang steker traveler yang saya bawa. Disinilah kembali saya praktekkan tawar-menawar menggunakan bahasa Thai, beberapa toko menjual dengan harga sesuai bandrol dan nggak mau ditawar, akhirnya nemu 1 toko yang mau memberikan potongan harga, sambil tersenyum simpul penjaganya meng-iya-kan ketika saya menawar menggunakan bahasa Thai. Cihui....

 

Pantip The Computer City (credit to mashafeeg)

 

    Bergeser sedikit menuju Platinum Fashion Mall yang letaknya masih sederetan dengan Pantip Plaza. Ini merupakan mall yang berisi toko-toko yang menjual berbagai macam kebutuhan pakaian dan kebanyakan adalah pakaian wanita yang modis, murah, dan berkualitas dibanding di pasar Pratunam. Untuk mendapatkan harga murah, pengunjung harus membeli min. 3 biji, dan hampir semua toko memberlakukan seperti ini. Coba perhatikan saja direktorinya, dari 2 Zona pertokoaan mulai dari Basement hingga lantai 5 dipenuhi toko-toko khusus menjual pakaian wanita. Nah loh...ini bener-bener surganya wisata belanja kaum hawa, kita berkeliling di mall satu ini hampir 5 jam hingga kaki gempor menemani istri belanja wk..wk..wk..wk. Untuk mengetahui lebih lanjut Fashion Mall ini bisa coba mengakses situsnya disini

 

Direktori Platinum Fashion Mall

 

Di dalam Platinum Fashion Mall

 

    Sebagai rujukan makan siang, kami menyempatkan diri untuk mampir di food centre Platinum Fashion Mall ini, di lantai 6. Gerai makanan yang ada cukup banyak dan bervariasi banget, dijamin akan bingung untuk pilih-pilih makanan saking banyaknya, dan yang lebih menyenangkan harga seporsinya murah dan rata-rata sama dengan harga kaki lima, B40-B50 saja. Sistem deposit diterapkan di food centre ini, jadi kita menuju konter deposit dulu untuk menukar uang dengan kartu barcode yang dipakai untuk membayar makanan / minuman yang dibeli. Sisa deposit akan dikembalikan saat mengembalikan kartu.

 

Kartu buat bayar makanan di Food Centre

 

    Semua daftar menu makanan di papan gerai menggunakan 2 bahasa, bahasa Thai dan bahasa Inggris, jadi mempermudah wisatawan untuk melakukan pesanan. Ada 1 gerai yang menjual makanan halal dan 1 gerai menjual makanan vegetarian.

 

Salah satu gerai makanan

 

Gerai camilan yang cukup menarik

 

    Memang kalo sudah belanja-belanji, sudah lupa waktu, hingga hampir malam. Ketika keluar dari pintu exit Platinum Fashion Mall ini, dan jalan ke arah kanan (masih sederetan), ternyata ada Hotel Novotel yang relatif masih baru (2012), jika ingin menginap di Hotel Novotel bisa coba cek disini. Akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke hotel dengan melalui jalan yang sama. Jalan menuju Hotel Baiyoke bener-bener ditutup oleh para pedagang Pasar Pratunam yang menggelar barang dagangannya, hingga ke tengah jalan. Para pejalan kaki bercampur dengan para "shopalholic" berdesak-desakan diarea ini, sehingga perlu ekstra hati-hatilah dengan barang bawaan.

 

Si Badut Nyentrik dan Karyanya

 

    Sesampai di hotel, kita beristirahat dan mandi sebentar, kemudian beranjak naik lift menuju "Revolving Roof Deck". Rupanya pengunjung yang hendak menuju dek yang ada di lantai 84 ini, harus rela antri dulu di lantai 83 menunggu giliran naik secara bergantian. Di lantai 83 (The Roof Top), anak-anak merasa senang banget karena ada seorang badut yang menghibur dengan kepiawaiannya membuat beraneka macam bentuk mainan dari balon.

 

View dari Revolving Roof Deck

 

Suasana Revolving Roof Deck

 

    Giliran naikpun tiba, kita naik menuju dek yang terbuka untuk melihat-lihat pemandangan kota bangkok dari ketinggian di malam hari. Di dek ini, pengunjung tetap leluasa berjalan memutari 360°, agar bisa melihat kota bangkok dari sudut pandang yang berbeda. Satu lagi keuntungan bagi tamu yang menginap di Hotel Baiyoke, yaitu adanya beberapa rute free shuttle bus, diantaranya shuttle bus ke pasar Chatucak Weekend Market, yang tentunya akan menghemat uang transportasi. Jika berkeinginan menginap di Hotel Baiyoke Sky ini bisa coba cek harga murahnya disin i

 

Fasilitas Free Antar Gratis dari Baiyoke Sky

 

   Cerita selanjutnya kunjungan ke Grand palace, Wat Pho dan Wat Arun serta makan asik di Asiatique...



Postingan ini tidak dapat dikomentari