Wisata Keren

21
Oct

4 Hari Keliling Karimun Jawa dan Jepara

Wed 21 Oct 2015, 11:59am

11

    Karimun Jawa ?? Dimana? Pertanyaan inilah yang mendengung ditelingaku dan direkam baik-baik oleh otakku tatkala mendengar rekomendasi dari seorang teman yang mengatakan bahwa ada obyek wisata apik (bagus) yang sedang naik daun di tanah tercinta Indonesia kita ini. Sembari berpromosi untuk meyakinkan, "Kamu pernah ke Pulau Gili Trawangan kan, nah obyek wisata yang satu ini gak kalah menariknya lho...". Seketika itu juga kubuka kompie-ku dan berguru kepada "Mbah Google" untuk menanyakan kejelasan informasi mengenai Karimun Jawa, maklum pelajaran peta buta gak lulus .

    Setelah browsing sana sini barulah tahu kalo Karimun Jawa itu gugus kepulauan kecil yang letaknya di atas P. Jawa dan dibawah P. Kalimantan, tapi masih lebih dekat dengan P. Jawa. Kepulauan Karimun Jawa ini masuk dalam Provinsi Jawa Tengah. Untuk mencapai Karimun Jawa, kita harus menyeberang menggunakan kapal baik dari Kota Semarang atau Kota Jepara. Saat ini sejak bulan Mei 2015 menuju Karimun Jawa juga bisa ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang juga.

 

Letak Geografis Pulau Karimun Jawa setelah diperbesar

 

    Karimun Jawa merupakan pulau terbesar diantara gugus pulaunya, pulau-pulau kecil di sekelilingnya cukup banyak, beberapa diantaranya P. Menjangan Besar, P. Menjangan Kecil, P. Cemara Besar, P. Cemara Kecil, P. Nyamuk, dan masih banyak pulau kecil lainnya. Aktivitas utama berwisata di pulau semacam ini, mudah ditebak khan, apalagi kalo bukan snorkelling, diving, mengunjungi pulau-pulau kecil sekitarnya dengan perahu tradisional, bermain di pantai. Faktanya,  aku menemukan berbagai aktivitas menarik lain diluar itu semua, ada "kejutan" tempat-tempat menakjubkan yang patut dicoba, dilihat dan dirasakan sensasinya yang gak kalah seru (promosi mode on hehehe...), gak percaya ? lihat aja foto dibawah ini dan simak terus jalan-jalan seru bersama keluarga saya di Pulau ini.

 

Bermain dengan Hiu - Salah Satu Aktivitas Unik di Pulau ini

 

Riset, Re-cek dan Relax

    Yang namanya berwisata or liburan, jangan sampai malahan bikin kita kecewa dan bete khan. Seperti yang saya jumpai dengan sepasang pelancong dari Jakarta, yang pulang dengan rasa kecewa padahal mereka ke Karimun Jawa menggunakan jasa tur yang pastinya semuanya serba beres. Lain halnya seperti ane yang sukanya jalan sendiri plus belum pernah sekalipun ke Jepara dan Karimun Jawa, go riset - it must, korek semua informasi target dengan jelas. Beberapa info penting yang saya dapatkan yang berguna,

 

1. Moda Transportasi

    Setidaknya ada 2 cara untuk mencapai Pulau Karimun Jawa, yaitu dengan menggunakan pesawat terbang atau kapal. Jika menggunakan pesawat terbang, titik keberangkatan bisa dari Surabaya atau Semarang. Pesawat terbang yang digunakan adalah jenis Cassa (pesawat perintis) yang hanya muat 10 orang sekali berangkat. Biayanya dari Semarang - Karimun 222 Rb sedangkan dari Surabaya - Karimun 349 Rb, ini harga belum termasuk Tax dan Airport Tax. Untuk jadwal lengkap dan pemesanan tiket coba cek disini. Pesawat akan mendarat di Bandara Dewandaru, Karimun Jawa. Moda tranportasi ini tidak saya pilih karena jarak Bandara Dewandaru yang jauh dari pusat kota (sekitar 22 km) belum didukung sarana transportasi daratnya disana, selain itu kami juga ingin mengeksplorasi kota Jepara.

 

Pesawat Perintis menuju Pulau Karimun Jawa

 

    Kami lebih memilih menggunakan alternatif yang kedua, yaitu menggunakan kapal. Titik penyeberangan bisa dari Pelabuhan Tanjung Mas di Semarang atau Pelabuhan Kartini di Jepara. Kapal yang digunakan pun ada 2 pilihan, yaitu Kapal Cepat atau Kapal Feri. Kapal Cepat bernama Express Bahari 2C dengan durasi perjalanan 2 jam, sedangkan Kapal Feri bernama Siginjai dengan durasi 4.5 jam. Berhubung kita tidak ingin berlama-lama selama perjalanan laut, maka diputuskan untuk memilih kapal cepat.

 

Kapal Cepat Express Bahari 2C

 

    Mengetahui jadwal kedua kapal tersebut merupakan kunci suksesnya menyeberang dari dan ke Karimun Jawa, karena 2 buah kapal ini beroperasi tidak setiap hari, dan dalam 1 hari hanya melayani 1x penyeberangan dari Jepara ke Karimun Jawa dan sebaliknya, belum lagi kalo kapal tsb. mogok - no backup, minta ampyun dech....sampai kapan pariwisata Indonesia bisa maju kalo sudah begono. Jadi pastikan selalu melihat update jadwal kapal tersebut. Parahnya keduanya tidak memiliki official website yang bisa diandalkan, padahal sudah saatnya informasi jadwal kapal yang suka berubah-ubah begini perlu ditata sebagai penunjang agar pariwisata Indonesia lebih maju, sebab animo turis mancanegara yang bela-belain datang ke Karimun Jawa cukup tinggi lho. Untungnya masih ada situsnya "Tourism Information Center Jepara" yang sedikit membantu memberikan jadwal kapal secara umum, bisa cek disini.

 

2. Akomodasi

    Tidak banyak hotel berbintang (bisa dibilang cuman ada satu dua aja itupun dengan harga konsumsi orang asing), yang banyak adalah homestay, alias rumah-rumah penduduk yang disewakan, tapi bukan berarti tidak bersih ya, karena homestay yang saya tempati cukup bersih dan murah.

 

3. Faktor Cuaca

    Karena pulau ini terletak di lautan bebas, selalu perhatikan kondisi cuaca yang tepat ketika akan berkunjung. Jangan asal bisa kesana tapi gak bisa pulang balik alias terjebak di pulau selama berhari-hari, dimana kapal penyeberangan tidak akan berlayar, gara-gara gelombang ombak laut yang bisa mencapai 4 meter, yang disebabkan badai angin barat dan juga curah hujan yang tinggi. Seperti yang dialami para wisatawan domestik maupun manca negara yang kebetulan melancong ke Karimun Jawa pada 20 Juli 2015 silam (tepat sehari sebelum keberangkatan kami ke Jepara). Saat itu cuaca tidak mendukung sehingga memaksa mereka "terjebak" harus tinggal lebih lama lagi selama 10 harian di Pulau Karimun Jawa dan tidak bisa balik. Selain harus merogoh kocek lebih dalam untuk memperpanjang sewa Homestay, juga terbatasnya cadangan uang ATM yang ada di sana yang bisa diambil jika tidak membawa uang tunai. Berabe khan...

 

Wisatawan Mancanegara Terjebak di pelabuhan Karimun Jawa

Credit : Wahyu Adityo Prodjo

 

    Selain itu air lautnya juga cenderung keruh dan tidak sejernih ketika cuaca cerah (kan jadi mubazir kalo mau snorkelling atau diving), biasanya bulan Januari hingga awal Maret tiap tahun. Terus kapan waktu terbaiknya ? Ketika musim panas April - Oktober, tapi sebaiknya tetap melakukan cek cuaca dulu melalui situs BMKG Indonesia jika akan berangkat, karena meskipun musim panas, cuaca juga bisa berubah-ubah.

    Saya melakukan cek prakiraaan tinggi gelombang perairan di Indonesia melalui situs BMKG. Dari link ini kita bisa mendapatkan informasi tinggi gelombang selama 24 jam hingga 7 hari kedepan. Cara bacanya cukup mudahlah, tinggal lihat aja warna di sekitar P. Karimun Jawa / Laut Jawa dan cocokkan dengan pita skala warna dibawahnya.

 

Contoh Hasil Ramalan BMKG

 

4. Penitipan "Gerobak"

    Bagi kami ini penting, bahkan gara-gara ketidakjelasan perihal satu ini yang membuat kami ragu untuk merealisasi perjalanan ke Karimun Jawa, secara ane-kan independen family traveler, yang mengandalkan "gerobak" sendiri. Sementara  ditinggal ngacir ke pulau seberang mau dikemanakan nich gerobak hayoo? Sangat tidak disarankan membawa kendaraan roda 4 untuk ikut menyeberang meski dimungkinkan, why? biaya angkut wira-wiri Jepara-Karimun Jawa jelas akan menguras budget. Belum lagi harga BBM di pulau tsb juga berlipat, sarana jalan masih belum sepenuhnya beraspal alias off road.

    Beruntung sekali saya menemukan info bawah sejak tahun 2014 telah ada kesepakatan pengelolaaan penitipan kendaraan roda 4 dengan pihak swasta di area Pelabuhan Kartini, hilang sudah rasa kuatir meninggalkan si "gerobak blacky" sendirian di Jepara. Tapi perlu diketahui, yang disediakan merupakan area terbuka, jadi jika perlu bawa selimut sendiri buat si "gerobak" ya.

 

 

Area inap "gerobak" di Pelabuhan Kartini

 

5. Lain-lain

    Pasokan Energi listrik di Pulau Karimun Jawa hanya tersedia di malam hari, menyala Pk. 18.00 waktu setempat dan akan berhenti total Pk. 6 pagi hari. Bawa juga uang secukupnya, karena saya hanya menemukan 1 ATM bank BRI aja disini.

 

    Iming-iming ke Karimun Jawa sudah 2-3 tahun berlalu, tetapi belum juga kami berangkat ke sana. Bulan Juli kemaren, pas lagi enak kumpul-kumpul bocah (bersantai) secara spontan tanpa rencana, akhirnya memutuskan untuk berangkat. 2 hari sebelum keberangkatan (Jumat), saya mencoba men-tweet via akun twitter-nya kapal Express Bahari untuk menanyakan keberangkatan kapal dan pemesanan tiket, dari respon yang saya terima disarankan untuk mengontak bagian penjualan tiket yang berlokasi di Jepara, via no. telp. (0291) 592999. Ok, saya kontak by phone, dan mendapat jawaban bahwa tiket untuk perjalanan hari Senin sudah bisa dipesan, tapi waktu itu saya tidak melakukan pemesanan karena belum memutuskan antara berangkat Selasa atau Rabu depan.

     Setelah kami putuskan untuk menyeberang hari Rabu, pas hari Selasa saya kontak lagi tuh kantor Express Bahari, ternyata kapal "Express Bahari" lagi nge-dok alias tidak jalan karena ada perbaikan (nah lo....). Saat kutanya, apakah Rabu bisa berlayar, saya disarankan "Go Show" aja untuk beli tiketnya karena belum pasti. Ya akhirnya saya putuskan tetep berangkat aja, toh kalo kapal cepet gak bisa berangkat, kan masih bisa naik kapal ferry. Dan gara-gara si Express Bahari pake mogok segala, malahan saya bisa mencicipi dan merasakan kedua jenis kapal ini dalam misi wisata kali ini. Berangkat naik kapal KMP Siginjai sedangkan pulangnya nanti naik kapal Bahari Express 2C.

    7.5 jam perjalanan tempuh dari Surabaya menuju Jepara. Berhubung harus mengejar kapal penyeberangan yang berangkat keesokan paginya, kami harus mencari tempat penginapan yang tepat untuk semalam di Jepara. Akhirnya kita menemukan salah satu homestay dengan nuansa gaya "Bali" yang lokasinya berada didalam pelabuhan dan cukup ngetop gara-gara beberapa artis indo pernah mondok dimari.

 

Homestay Bergaya Bali untuk Transit Semalam

 

    Sekitar Pk. 10 malam, kami tiba di Pelabuhan Jepara, beruntung sekali karena pemilik mengatakan penuh dan hanya menyisakan kamar terakhirnya yang sebetulnya bukan kamar yang disewakan, ya udah gpp daripada tidur di gerobak. Lagian kalo gak mau, kamar akan diberikan ke upss...sepasang bule yang datangya nyaris bersamaan. Selang beberapa menit, datang lagi tuh serombongan keluarga lain dengan gerobak pribadi jua, lalu datang lagi 3 orang bule lain, beuh..., capek deh...akhirnya kami semua pulas tertidur supaya bisa bangun pagi untuk mengejar kapal yang berangkatnya jam 7 Pagi. Zzz....zzz....zzz



11 Jejak Komen
  • M.Nurjaman

    Wed 1 Feb 2017, 16:29pm
    Izin tanya gan. bulan depan rencana mau ke karimun, cm berdua, kalau dari sekitaran Alun- karimun ke Lap terbang Dewandanu karimun pakai apa ? dan brp lama? rencana brgkt dgn kapal-pesawat kecil. thanks

    Merespon

    • Yvzur

      Fri 3 Feb 2017, 11:09am
      gak ada tranportasi umum disana gan, spertinya agan harus charter motor untuk dianterin. Jarak skitar 20km dari alun2

      Merespon

  • Eko Yudi

    Tue 6 Sep 2016, 4:11am
    Wah keren tempatnya gan.. semoga tahun depan bisa kesini :)

    Merespon

    • Yvzur

      Thu 8 Sep 2016, 11:19am
      mantap bro...

      Merespon

  • wisata karimun jawa

    Sat 9 Jul 2016, 0:52am
    sekarang susi air diganti airfast. jadwal nya juga sudah berubah lho

    Merespon

  • banjarwangi

    Mon 16 May 2016, 7:51am
    Kayaknya keren ini buat bulan madu, ditambah kita bisa berangkat pake kapal. Tapi gak enak juga kalo terperangkap kayak tuh bule :)

    Merespon

    • Yvzur

      Thu 19 May 2016, 10:56am
      kalo terperangkap, kan enak bulan madunya 'to be continue' .... tuh :D

      Merespon

  • cumilebay

    Mon 1 Feb 2016, 14:27pm
    temen ku pernah terperangkap selama 1 minggu karna ombak tinggi dan ngak bisa balik

    Merespon

    • Yvzur

      Wed 3 Feb 2016, 10:01am
      berarti sering banyak yang terperangkap hehehe...

      Merespon


Ninggalin Jejak





 (opsi : Isikan link web-mu jika ada)



     Ikuti jejak komentar via email (Subscribe)

Kode Sekuriti