Wisata Keren

User Online : 4







Sponsor

07
Dec

Window of The World - Shen Zhen #Day 5

Sat 7 Dec 2012, 16:34pm

18

   Kota Shen Zhen merupakan kota pesisir di provinsi Guang Dong, sebelah tenggara wilayah Tiongkok. Warga Indonesia yang berkunjung ke kota Shen Zhen, tentunya harus mempunyai Visa Tiongkok dengan mengurusnya terlebih dahulu di Indonesia. Namun berdasarkan informasi yang kami dapat jika mengunjunginya melalui Hongkong (jalan darat), ternyata pemegang paspor Indonesia bisa langsung mendapatkan Visa tersebut saat tiba di perbatasan Hongkong - ShenZhen, istilahnya Visa on Arrival (VOA). Nah, ketika menyusun itinerary perjalanan liburan Hongkong kali ini, kami sempat ragu untuk memasukkan kota Shen Zhen ini dalam daftar, alasannya sederhana, kantor Imigrasi yang menyediakan VOA di perbatasan Hongkong - Shen Zhen ini, belum tentu buka sepanjang tahun, disaat-saat tertentu kantornya bisa tutup sementara , sedangkan jika kita harus mengurus dulu di Indonesia tentu saja tidak setimpal antara harga yang harus dibayar dan kunjungan ke Shen Zhen yang cukup singkat (1-2 hari). Dengan kondisi ini pula, saya memutuskan untuk tidak melakukan booking penginapan terlebih dahulu, tapi langsung Go Show aja.

   Sebagai perbandingan ketika mengurus Visa Tiongkok di Indonesia, kita harus merogoh kocek Rp.540 Rb, sedangkan ketika mengurus VOA cukup membayar 168 RMB (setara Rp. 256Rb, rate RMB Rp. 1525). Miskinnya informasi mengenai buka tidaknya kantor imigrasi Shen Zhen ini sungguh membuat dag dig dug serr.....Semakin mendekati hari perjalanan tidak satupun informasinya saya temukan, hingga akhirnya saya menemukan komentar seseorang disuatu blog. Iseng-iseng saya coba email dan terima kasih sekali sista, ternyata gayung bersambut, dianya membalas email dengan mengatakan, "Salam kenal juga, mengenai VOA ShenZhen sdh bisa. Kemaren tgl 15 Mei saya kesana proses apply Visa cepat & tidak antri lama, saya jam 9 pagi sdh sampai di imigrasi ShenZhen. Mudah2 an sampai Juni VOA masih dibuka ya". Cihui...akhirnya berbekal informasi minim ini, lumayan membuka harapan ha...ha...ha...

   Untuk meminimalkan kegagalan, perjalanan menuju kota Shen Zhen ini diletakkan di hari biasa (bukan Sabtu / Minggu). Saat yang ditunggu tiba, di hari kelima ini, pagi-pagi sekali kami semua sudah bersiap diri, setelah sarapan popmie, kami membereskan semua koper dan check out dari hotel. Perjalanan dimulai dengan kembali masuk ruang bawah tanah untuk naik MTR. Suatu hal yang tidak saya duga terjadi, ketika anak kami membawa koper hendak turun melalui tangga menuju platform MTR, ada seorang paman yang berpakaian kerja (mengenakan hem dan jas), dengan sukarela menolong mengangkatkan koper anak saya, dibawa turun tangga hingga lantai bawah, thank you so much uncle, Gbu. Gak nyangka ada aja orang Hongkong begitu ramahnya.

 

Uncle yang baik hati menolong

 

   Untuk menuju ShenZhen dengan menggunakan MTR, rutenya cukup mudah, yaitu naik dari Stasiun MTR Tsim Sha Tsui, kemudian turun di Stasiun Prince Edward untuk pindah jalur hijau, lalu berlanjut menuju Stasiun Kwolon Tong untuk berpindah jalur biru. Di jalur biru ini MTR nya bukan lagi di bawah tanah, sehingga di Stasiun Kwolon Tong kita kembali naik ke platform yang ada diatas tanah, dari sini kereta bergerak menuju Stasiun Lowu yang merupakan stasiun MTR terakhir dari jalur biru sekaligus merupakan perbatasan antara Hongkong dan Shen Zhen. Ongkos MTR menggunakan kartu octopus HK$ 37.5 dan HK$ 18.8 (Anak), dan waktu perjalanan sekitar 1 jam saja.

 

Rute MTR menuju perbatasan Hongkong - ShenZhen

 

Welcome to Shenzhen

 

   Setiba di Stasiun Lowu, tinggal ikuti arus orang yang jalan untuk menuju Meja Imigrasi exit dari Hongkong, ketika sudah keluar dari imigrasi Hongkong, cukup berjalan lurus mengikuti koridor selanjutnya yang ada sign bertuliskan "Shen Zhen". Koridor ini di arahkan menuju meja Imigrasi Shen Zhen, jalannya cuman satu, indoor, modern, bersih dan tidak ada pintu lain selain jalan ini, jadi gak mungkin nyasar . Sebelum mencapai ujung koridor, kita akan menemukan kantor imigrasi untuk mengurus VOA, posisinya berada di sebelah kiri, sayang saya gak sempat mengambil fotonya. Di kantor ini kami naik ke lantai 2, dan Puji Tuhan..., ternyata kantor imigrasinya buka.

 

Suasana ruangan untuk aplikasi VOA

 

   Prosedur untuk mengurus VOA disini cukup mudah dan cepat, kita tinggal isi formulir yang tersedia di depan pintu masuk, kebetulan ketika saya sedang mengisi formulir, datanglah mbak-mbak yang ternyata bekerja di Hongkong dan saat itu dia sedang liburan ke Shen Zhen, wuikkkk keren, dia bingung isian formulirnya karena ketika itu baru pertama kali berkunjung ke Shen Zhen, ya sama dech kami juga baru pertamax. Setelah isi formulir, kita masuk ruangannya dan menyerahkan ke loket 1 atau 2 bertanda "Aplication", formulir diterima petugasnya dan diberi nomor antrian. Tunggu beberapa saat (gak pake lama) akan dipanggil dan disuruh bayar, bayar pake RMB ya, bukan HK$. Eng ing eng...........VOA yang cantik akhirnya menempel di paspor, yes...yes...yes.

 

Rupa Visa On Arival Shen Zhen

 

   VOA yang diberikan berlaku 5 hari saja, setelah VOA tertempel di paspor kita tinggal turun dan "back to track" untuk menuju imigrasi Shen Zhen, sebelumnya jangan lupa mengisi form kedatangan lalu maju ke meja imigrasi ShenZhen, dan setelah lolos sensor ambil nafas lega dulu. Begitu kita keluar dari koridor ini, kembali kebingungan terjadi hahaha....,ya, karena kita sudah berada di luar, area terbuka, dan mulailah berhati-hati terhadap calo-calo yang berkeliaran di depan pintu Luo Hu port ini. Tujuan saya selanjutnya adalah naik Metro menuju Stasiun Lao Jie tempat dimana hotel target berada.

 

Kartu Embarkasi Shen Zhen

 

   Metro adalah moda transportasi masal di daratan Tiongkok semacam MRT Singapore atau MTR Hongkong. Untuk mencapai platform Metro, awalnya sempat bingung juga, sehingga bertanya ke ibu penjaga salah satu kios, awalnya dia juga agak kurang paham dengan maksud kami karena salah dalam pengucapan kata "Lao Jie", finally konek juga . Jadi rutenya, sekeluar dari port imigrasi tadi cukup berjalan lurus saja hingga menemukan platform kereta api yang menuju Guang Zhou, dari sini kita tinggal belok kanan untuk naik lift, turun kebawah menuju platform Metro Shen zhen. Seperti biasanya sebelum masuk platform kita harus beli tiket sekali jalan yang berupa token di mesin-mesin yang tersedia. Jangan kuatir mesin-mesinnya bisa ngomong bahasa Inggris kok, harganya murah banget, 2 RMB (Sekitar Rp. 3000).

 

Rute Jalan Kaki Menuju Platform Metro Shen Zhen

 

Token untuk naik Metro

 

   Metro Shen Zhen mempunyai pembagian 5 jalur, yaitu Luo Bao Line (Hijau), She Kou Line (Oranye), Long Gang Line (Biru), Long Hua Line (Merah), Huang Zhong Line (Ungu), untuk mempelajari dan mendapatkan map lengkap dari Metro Shen Zhen bisa mengintip disini. Kami mencari hotel di daerah Lao Jie dengan alasan cukup sederhana karena Stasiun Lao Jie merupakan Stasiun Intersection dan terletak di jalur hijau, dimana setiap daerah wisata di Shen Zhen seperti Window Of World, Splendid China & Folk Culture Village, Happy Valley Theme Park akan dilewati oleh Metro jalur hijau ini, sehingga akan memudahkan pergerakan jalan-jalan di kota Shen Zhen ini..

 

Rute Metro menuju Stasiun Lao Jie

 

   Keluar dari Stasiun Lao Jie, lagi-lagi kami sempat bingung karena Exit dari Metro ini merupakan pertokoan. Setelah keluar dari pertokoan ini, kebingungan berubah menjadi kekaguman tatkala melihat pemandangan orang-orang muda berlalu lalang, cukup ramai banget disini, juga banyak toko kecil-kecil sepanjang jalan pedestrian yang berjualan pakaian, sepatu, aksesoris, makanan, minuman, jajanan, bahkan juga ada global brand macam KFC, Starbuck dan McD. Berhubung belum membooking tempat penginapan sebelumnya, saya harus mencari sinyal wifi untuk booking online dulu, ke gerai McD merupakan satu-satunya cara yang tepat, sambil makan siang, bisa sekalian browsing menggunakan fasilitas free wifi nya.

   Kami tiba di pintu masuk gerai McD sambil bawa koper dan keramahan penduduk Shen Zhen ini langsung kami rasakan saat itu, dimana ketika setiap pengunjung harus naik tangga dulu untuk ke lantai 2 tempat McD berada, seorang karyawannya yang masih muda dengan sigapnya menyambut dengan senyuman dan tanpa ba..bi..bu langsung membantu angkat koper-koper kami melalui tangga tanpa harus dimintain tolong lho, bener-bener patut di acungi jempol "LIKE".

 

Pedestrian Nan Qing Street

 

   Yang berikutnya disaat istri sedang sibuk memesan makanan, saya menanyakan cara akses free wifi kepada manager yang bertugas saat itu. Saya sangat salut dengan sang manager McD ini, selain masih muda, dengan penuh keramahan, dia memberi tuntunan langsung praktek digadget Blackberry yang saya bawa, diarahkan untuk mengakses halaman registrasi dulu, mengisi username, nama, alamat dan no HP yang mana bukanlah hal mudah karena tulisannya mandarin semua . Password nantinya akan dikirim melalui nomor ponsel yang diisikan disitu ketika berhasil registrasi. Setelah isian sudah lengkap, dan klik tombol "Register" ternyata selalu gagal, saya dekati sang manager lagi untuk "tanya kenapa" dan ternyata bagian No HP harus diisi dengan no HP lokal ciyaaa..., padahal saya gak punya No HP lokal saat itu, lalu saya menanyakan, bagaimana kalo pinjem No HP dia aja untuk menerima password hasil registrasi, wuaaah tanpa berlama-lama dia langsung berkata "OK". Finally, saya bisa browsing internet gratisan, kalo gak bisa konek internet, bisa-bisa gak dapat kamar murah via "Online Booking", hehehe...tengkyu banget pak manager.

 

Rute Metro menuju WOTW

 

   Selesai urusan maem siang dan booking penginapan, kami berjalan kaki menuju hotel yang memang cukup dekat untuk check in dan meletakkan semua koper, lalu kembali berjalan ke Stasiun Lao Jie. Dengan menggunakan Metro lagi, kami meluncur menuju Window Of The World (WOTW). Perjalanan menggunakan Metro sekitar 30 menit melalui "Luo Bao Line" (jalur hijau). Metro berhenti di stasiun WOTW, persis langsung di depan pintu masuk obyek wisata WOTW, dan disambut dengan hujan lebat, tidak lama setelah hujan mereda, baru kami masuk ke obyek wisata ini.

 

Piramida Kaca Louvre Paris -  Exit Metro di Stasiun Window Of The World

 

Pelataran depan Window Of The World

 

   Dari pemandangan depan pintu masuk saja, tempat wisata ini sudah terkesan wow keren, sebuah replika menara Eiffel Paris dengan ketinggian 108 meter menjadi daya tarik utama. Taman mini ini memiliki sekitar 130 replika dari beberapa tempat wisata yang paling terkenal di dunia dan dibangun di atas area seluas 48 hektar. Tiket masuk akan dikenakan 140 RMB (adult) dan 70 RMB (Child). Untuk mengelilingi taman yang luas ini, pengunjung bisa naik monorel, kereta tur atau jalan kaki. Kalo naik Monorel, pengunjung hanya bisa melihat setiap zona dari atas saja, sedangkan kalau naik kereta tur, akan di dampingi oleh pemandu taman ini, dan akan berhenti di zona-zona tertentu, kami memutuskan untuk naik kereta tur aja, dengan harapan bisa diantar keliling untuk berhenti di setiap zonanya. Kereta pun meluncur dan cuaca masih mendung dan sekali-sekali hujan rintik-rintik. Ternyata kereta hanya berhenti sejenak di zona menara pisa, zona piramida mesir dan Air terjun Niagara (bukan semua zona), dan hanya memberi kesempatan berfoto sebentar tanpa memberi kesempatan untuk melihat-lihat lebih lama.

 

Tiket Masuk WOTW

 

Kereta yang mengantar keliling di dalam taman

 

   Terkesan naik kereta gak ada bedanya dengan naik monorel, sehingga selesai naik kereta kami jalan kaki berkeliling lagi mengunjungi semua zona hingga puas habis. Jadi sebaiknya jalan kaki aja ketika berkeliling di dalam taman ini. Taman mini di bagi menjadi 8 zona area, meliputi Alun-alun Dunia, Asia, Oceania, Eropa, Afrika, Amerika, World Sculpture Park dan International Street.

 

1. Alun-alun Dunia

   Beberapa replika yang terdapat di pelataran pintu masuk lokasi, seperti Piramida Kaca Louvre Paris sebagai Pintu Masuk menuju Metro, Air Mancur dan bola dunia, Replika Gerbang Mesir, Replika Gerbang China, Panggung terbuka dan Relief dinding dari peradaban dunia.

 

2. Asia

   Di zona Asia, kita bisa melihat replika "The Throne Hall of Kyongbok Palace" - Korea Selatan, Grand Palace - Thailand, Katsura Detached Palace - Jepang, Shirasagi Castle - Jepang, Itsukushima Shrine - Jepang, Candi Borobudur - Indonesia, Angkor Wat - Kamboja, Shwedagon Pagoda - Myanmar, Merlion - Singapura, Alun-alun Mesjid Islam - Saudi Arabia, Taj Mahal - India

 

Taj Mahal

 

3. Oceania

  Zona Oceania berisi replika Opera House Sydney - Australia, Rumah adat suku maori, Air mancur setinggi 100 meter.

 

Sydney Opera

 

4. Eropa

   Ada 24 replika di zona ini, diantaranya Venice St. Mark - Italia, Kincir Angin dan taman bunga Tulip Belanda, Saint Michel Abbey - Perancis, Notre Dame - Perancis,Menara Pisa - Italia, Gereja Katedral Cologne - Jerman, Stone Henge - Inggris, Istana Buckingham - Inggris, Jembatan Menara London - Inggris, Menara Jam Kremlin - Rusia, Menara Eifel - Perancis, L'Arc de Triomphe - Perancis, Colosseum - Italia, The Acropolis of Athens - Yunani.

 

Negeri Kincir Angin

 

Menara Pisa

 

L'Arc de Triomphe

 

London Tower Bridge

 

5. Afrika

   Zona Afrika berisi replika Taman Nasional Kenyan, Piramid Giza - Mesir, Rumah adat afrika

 

Piramid dan Sphinx

 

6. Amerika

   Ada 24 replika di zona ini, diantaranya Air Terjun Niagara, Monumen Nasional Gunung Rushmoore - USA, Gunung Hawai, The Capitol - USA, Gedung Putih - USA, Patung Liberty - USA, Jefferson Memorial - USA, Lincoln Memorial - USA,candi batu suku Inca, Perkotaan Manhattan - USA, Patung Tuhan Yesus Kristus Penebus - Brazil, Rumah adat suku indian.

 

 

Air Terjun Niagara

 

Mount Rushmoore National Memorial

 

Simbol Khas RIo De Janeiro - Tuhan Yesus Kristus Penebus

 

7. Taman Patung

   Berisi Taman Dinosaurus, Taman seni patung, Dunia es dan salju Alps, Roman Holiday Plaza, Caesar Palace dan Neptune Square

 

8. Jalan Internasional

   Meliput Islamic Street, Asian Street, European Street, Glass Triumphal Arch

 

Pelataran WOTW di malam hari

 

   Selain menikmati berbagai replika tempat-tempat terkenal di seluruh dunia, kita juga bisa menyaksikan atraksi-atraksi menarik yang di gelar di jam-jam tertentu, seperti pertunjukan banjir bandang ala Venezuela. Sedikitnya butuh waktu 4 jam untuk bisa menikmati keindahan tempat-tempat terkenal di obyek wisata satu ini, tidak terasa waktu pun beranjak malam, lampu-lampu sorot mulai menyala, semakin menambah keindahan suasana malam hari di WOTW. Setelah keluar dari area, perut sudah keroncongan lagi minta diisi, di seberang WOTW ada Yi Tian Holiday Plaza, untuk menuju ke seberang cukup berjalan kaki masuk ke stasiun WOTW lagi dan cari exit B, akan tiba di dalam mall Holiday Plaza.

 

Mall di seberang WOTW

 

   Setelah berputar-putar di dalam mall ini, akhirnya kami menemukan "Cafe De Coral", suatu jaringan restoran yang cukup murah tapi enak. Meski makan di Mall, tapi harga makanan di Shen Zhen ini tergolong jauh lebih murah dibandingkan di Hongkong.

 

Penampakan Gerai Cafe De Coral

 

Menu Makanan Murah, Enak dan bikin kenyang

 

   Setelah selesai puas makan, kami masih berkeliling sebentar di dalam mall untuk "windows shopping" alias melihat-lihat, lalu dengan cara yang sama menggunakan Metro, kami kembali menuju ke Stasiun Lao Jie dan kembali ke penginapan untuk ngorok xi xi xi....

   Sebenarnya ada 2 obyek wisata lagi yang berdekatan dengan WOTW, seperti Happy Valley dan Splendid China Folk Village. Happy Valley merupakan Theme Park yang digemborkan mirip dengan Universal Studio, tapi yang ini "made in China". Untuk menuju ke Theme Park ini, cukup berjalan kaki dari WOTW menyeberang ke arah utara sekitar 500 meter.

 

Rute Jalan Kaki menuju Happy Valley

 

   Theme Park ini merupakan Happy Valley yang pertama dari jaringan theme park senada. Dibuka pada tahun 1998, Happy Valley lain berada di Beijing, Shanghai, Tianjin, Wuhan dan Chengdu. Memiliki luas 350.000 meter persegi, luas sekali. Taman terdiri dari sembilan zona, yaitu Spanyol Square, Cartoon City, Mt.Adventure, Gold Mine Town, Shangrila Woods, Sunshine Beach, Topan Bay, Playa Maya Water Park dan Happy Times. Ada kereta monorel yang bisa dinaiki dari dekat pintu masuk Happy Valley, untuk berkeliling seputar taman ini.

 

Gerbang Penjualan Tiket (Credit to jrafo)

 

   Untuk harga tiket sangat bervariasi, yaitu :

1. 200 RMB  untuk dewasa dan anak-anak dengan tinggi badan lebih dari 1.5m

2. 100 RMB untuk anak-anak dengan tinggi badan 1.2 - 1.5m dan lansia umur 65 tahun-70 tahun

3. Gratis untuk anak-anak dengan tinggi badan kurang dari 1.2m dan lansia umur diatas 70 tahun (pemegang kartu identitas Shenzhen)

   Yang berikut ada Splendid China & China Folk Culture Villages, obyek wisata ini berisi replika bangunan-bangunan terkenal di Tiongkok seperti Tembok Raksasa China, Forbidden City, Istana Kaisar, Terracotta Warriors, dan lain-lain. Untuk menuju ke Splendid China, dari WOTW naik Metro 1 stop berikutnya turun di Stasiun OCT. Theme Park ini juga mencerminkan sejarah, budaya, seni, arsitektur kuno, adat istiadat dan kebiasaan dari seluruh penjuru Tiongkok. Selain miniatur bangunan dan tempat terkenal di Tiongkok, disini kita juga bisa menyaksikan keanekaragaman budaya Tiongkok, suku asli, barang-barang kerajinan, pertunjukan seni, pertunjukan perang-perangan, pertunjukan bela diri asli Tiongkok.

 

Perkawinan Adat Tiongkok

 

   Taman ini merupakan salah satu taman pemandangan terbesar di dunia. Lebih dari 100 replika miniatur dari tempat wisata utama Tiongkok dengan perbandingan skala 1:15 ada disini, ditata sesuai dengan peta Tiongkok. Sehingga ada yang mengatakan kalau ingin mengunjungi keliling seluruh wilayah lengkap daratan Tiongkok dalam 1 hari disinilah tempatnya.

 

Miniatur Temple of Heaven Beijing

 

Pertunjukan Perang di skenario seperti zaman Dinasti-Dinasti Tiongkok

 

   Siapkan kaki yang prima untuk mengelilingi taman ini, supaya tidak gempor he he he. Tapi jangan kuatir karena disediakan kereta untuk berkeliling supaya kaki tidak gempor, kok.



18 Jejak Komen
  • yuliana

    Mon 22 Jun 2015, 20:44pm
    Halo, mau tanya, kl saya ke guangzhou pake visa china 1xentry, trus di tengah perjalanan mau ke hong kong, ntar kl mau pulang indo mesti masuk guangzhou lagi, itu apa bisa masuk dari shenzhen (urus visa on arrival) trus lanjut perjalanan ke guangzhou airport?

    makasih

    Merespon

    • yvzur

      Wed 24 Jun 2015, 20:47pm
      @yuliana
      kalo sudah keluar guangzhou lewat shenzhen, sudah di stempel gak bisa masuk lagi ke Guangzhou kalo visa nya cuman 1x entry.

      VOA Shenzhen hanya untuk keluar masuk di wilayah khusus Shenzhen saja , kalau buat keluar lewat GuangZhou sperti harapan anda setahu saya gak bisa.

      Merespon

  • Felicia

    Sun 7 Dec 2014, 1:04am
    Malam Mas, mau tanya untuk Voa bisa langsung di shenzhen ya? Untuk january 2015 masih berlaku ga ya? Makasih infonya

    Merespon

    • Yvzur

      Sun 7 Dec 2014, 13:02pm
      @Felicia
      dari info yg saya dapat - VOA masih berlaku untuk masuk dari LuoHu Port (Hongkong), dan biaya masih RMB 168

      kalo masuk dari Shekou Port, per tgl 6 Juni 2014 untuk paspor Indonesia tidak bisa.

      Merespon

  • Haidi

    Sun 24 Aug 2014, 15:17pm
    Hi Mas.. libur lebaran kemarin saya sekeluarga habis liburan ke Legoland dan Hello Kitty berdasarkan keterangan dari blog ini dan saya juga menginap di Hotel Citrus.

    Nah, November 2014 ini kebetulan saya sekeluarga juga akan ke Hongkong - Shenzhen - Macau. Saya juga ingin informasi yang lengkap banget dari blog ini.

    Namun sayangnya informasi saya terhenti nich pas informasi dari Mas terkait dari Shenzhen ke Macau itu bagaimana? Menggunakan apa? Apakah dari Shenzhen mas langsung ke Macau menggunakan apa? atau kembali dulu ke Hongkong dan baru ke Macau?

    Tolong informasi yah Mas, dan jika ada linknya tolong diinformasikan ke kami.

    Thanks.

    Merespon

    • Yvzur

      Fri 29 Aug 2014, 6:48am
      @Haidi

      Mantap tuh libur lebarannya :D, lanjut terus hehehe
      btw sy dr Shenzhen kembali ke Hk, dan ke Macau via Hk pake ferry turbojet

      Merespon

      • Haidi Hartono

        Mon 1 Sep 2014, 6:58am
        Thanks Mas atas replynya.

        Yang saya mau tanyakan kenapa Mas dari Shenzhen kembali ke HK terlebih dahulu, baru menggunakan Turbo Jet dari HK ke Macau?

        Kenapa tidak langsung saja dari Shenzhen ke Macau menggunakan kapal laut/turbo jet? Pertanyaan ini yang saya sangat perlukan jawabannya.

        Apakah memang dari segi biaya, lebih murah apabila dari SHZ kembali ke HK dulu, baru menggunakan Turbo Jet ke Macau?

        atau Mas menimbang dari segi waktu? Cuman kalo sekilas, dari segi waktu sepertinya sich lebih cepat jika dari SHZ langsung saja ke Macau sehingga tidak bolak balik?

        Thanks.

        Merespon

        • Yvzur

          Tue 2 Sep 2014, 14:27pm
          Lebih tepatnya dari segi situasi.
          Dari rencana awal, ke Shenzhen bg sy msh tanda tanya krn alasan VOA (spt dipaparkan di blog).

          Eh... begitu dapat VOA dan menikmati Shenzhen, ya akhirnya harus kembali lagi ke HK (khususnya HK Island) karena jalan-jalan di HK belum habis :D, masih ada kunjungan bbrp tempat di HK spt Ladies Market, The Peak, Madame Tussauds, Times Square. Plus hotel di HK sdh dibooked sejak awal.

          Merespon

          • Haidi Hartono

            Wed 3 Sep 2014, 2:10am
            Oh..bgitu..berarti karena memang sudah dijadwalkan balik lg ke HK dari SHZ karena sudah booking hotel, baru ke Macau dari HK menggunakan Turbo Jet.

            Tapi kalo menurut sepengetahuan Mas, ada engga transportasi langsung dari SHZ ke Macau? Saya sich udah mencari2 di internet dan dapat info bahwa jika ingin dari SHZ ke Macau menggunakan Ferry dari Shekou Port ke Macau Ferry Terminal dalam waktu 1.5 jam dan biaya 190 RMB.

            Apakah informasi ini benar atau mas mengetahuinya? Karena menurut saya jika masih ragu akan kebenaran info ini, yah better saya ikutin perjalanan Mas yg balik dulu ke HK dan baru ke Macau menggunakan Turbo Jet.

            Please infonya yah Mas.

            Merespon

            • Yvzur

              Sat 6 Sep 2014, 2:15am
              Hi Haidi
              SHZ ke Macau memang benar bisa langsung naik ferry dari Shekou Port ke Macau :)

              Merespon

              • Haidi Hartono

                Mon 8 Sep 2014, 10:34am
                Thanks Mas atas replynya.

                Anyway, pas di Shenzhen mas nginepnya di hotel apa yach? Soalnya ga dimention di article (hanya dimention deket stasiun Lao Jie).

                Terus, link Macaunya bener2 ga ada yach?


                thanks.

                Merespon

    • Jade

      Sat 18 Oct 2014, 19:15pm
      @ Haidi....
      Beberapa bulan lalu saya juga ke Shenzhen, lanjut ke Macau via Shekou Port naik turbojet ...nggak masalah kok, lancar2 aja. Emang saya banyak terbantu dengan info blog wisata keren ini 😄. Thanks sekali lagi buat Mas Yvzur.

      Merespon

  • damayanti

    Sat 7 Jun 2014, 7:22am
    Thx Mas untuk jawabannya, sy pergi PP ke Shenzen karena sudah telanjur hotel saya selama 5 hari di Hongkong...

    Merespon

  • Damayanti

    Tue 3 Jun 2014, 8:51am
    Mas, mau tanya dong ke kalau ke shenzhen Pulang Pergi kira2 cukup dan nyaman tidak, saya rencananya akhir bulan juni 2014 ini mau kesana dari Hongkong. Makasih ya Mas.

    Merespon

    • Yvzur

      Wed 4 Jun 2014, 5:13am
      Hi damayanti

      Gak masalah meski hanya PP seharian, cuman sayang krn dari segi hotel dan makanan lebih murah2 di Shenzhen

      Merespon

  • Jade

    Sun 25 May 2014, 9:50am
    Mas... bulan depan saya rencana ke Shenzhen, thanks... blognya keren dan inspiratif. Btw kira2 VOA Shenzhen nya masih buka nggak ya ?

    Merespon

    • Yvzur

      Sat 31 May 2014, 1:47am
      halo Jade
      thankyou ya atas komennya, btw VOA Shenzhen masih buka kok selama tidak ada event besar spt olimpiade beijing silam

      Merespon


Ninggalin Jejak





 (opsi : Isikan link web-mu jika ada)



     Ikuti jejak komentar via email (Subscribe)

Kode Sekuriti