Wisata Keren

26
Dec

Dusit Park, Chatuchak Weekend Market, MBK #Day 8

Thu 26 Dec 2013, 21:52pm

0

    Setelah menjalani hari ke tujuh, kemaren malam kami harus pindah dan menginap di hotel di distrik Sukhumvit, Hotel Legacy Express Bangkok ini sudah saya book jauh hari sebelum kegagalan menuju phuket, sehingga mau gak mau harus pindah sini. Sewaktu menginap, hotel ini relatif baru dan sangat strategis karena dekat sekali dengan exit BTS St. Phloenchit, disebelah hotel ada gerai 7/11, selain itu di area sekitar banyak tersedia kios penjual makanan terutama di malam hari. Untuk review lengkap bisa lihat di review hotel.

    Masih ingat tiket yang dibeli di Grand Palace, dalam 1 tiket tersebut, terdapat tiket masuk gratis ke Vimanmek Mansion, Ananta Samakhom Throne Hall, dan museum Abhisek Dusit Throne Hall. Tiket gratis ini bisa digunakan sampai maksimal 7 hari setelah tanggal pembelian tiket di Grand Palace, jadi tidak harus hari yang sama dengan masuk ke Grand Palace. Untuk itu saya mengambil hari lain tersendiri untuk kesini. Yang perlu diperhatikan, Ananta Samakhom Throne Hall dan Vimanmek Mansion ini tidak buka tiap hari Senin, sedang jam kunjungan operasionalnya 9.30 AM - 4 PM.

 

TIket masuk gratis ke Vimanmek Mansion dan sekitarnya

 

    Sekitar pukul 9 pagi, kami sudah bersiap berangkat, untuk menuju ke distrik Dusit, kami berempat lebih memilih naik taksi karena transport publik yang langsung kesana dengan BTS tidak ada (harus di mix dengan naik bis). Jadi di depan hotel kami mencegat taksi, menunjukkan gambar bangunan Vimanmek Mansion dan langsung menawar THB 100, 1...2... taksi pada gak mau karena tahu kalo kita ini turis dan dimintai ongkos lebih, tenang aja, karena taksi di bangkok sangat buanyak...jadi tetap bertahan THB 100 (baca ngeyel..hehehe). Dan akhirnya sopir taksi ketiga pun menganggukan kepala tanda setuju.

 

Area Dusit

 

    Di distrik Dusit sedikitnya ada 3 obyek wisata yang berdekatan selain komplek Dusit Garden (Vimanmek Mansion, Ananta Samakhom Throne Hall, Abhisek Dusit Throne Hall), ada Marble Temple (Wat Benchamabophit) dan Dusit Zoo. Sopir taksi pun sempat menunjukkan ke kami waktu melewati Marble Temple ini, sebelum akhirnya turun persis di depan pintu masuk Vimanmek Mansion (Gate A), di areal parkir terlihat puluhan bis pariwisata, tampaknya hari ini pengunjung ramai sekali dengan keberadaan turis-turis dari Tiongkok.

 

Marble Temple

 

    Ide komplek istana (Dusit Park) ini berasal dari Raja Rama V, yang ketika itu (1897) baru pulang dari Eropa. Sang raja terkesan dengan komplek istana raja-raja di Eropa yang luas baik taman ataupun bangunannya. Sehingga tahun 1900 raja memerintahkan untuk membangun komplek Dusit Garden ini, dan tentu saja jangan heran kalau melihat-lihat bentuk bangunan disini bergaya Eropa. Ada sekitar 12 bangunan yang tersebar di komplek ini, sesuai denah sebagai berikut :

 

Denah Dusit Garden dengan Rute Ekplorasi

 

Vimanmek Mansion (????????)

    Vimanmek Mansion sejatinya merupakan bangunan rumah yang keseluruhannya terbuat dari kayu jati bahkan lantainya menggunakan pasak kayu jati tanpa paku untuk menahan papan kayu tertancap ditempatnya. Vimanmek Mansion diklaim sebagai rumah kayu jati terbesar di dunia. Dekorasi interior menggabungkan gaya neoklasik Eropa dengan motif dan arsitektur tradisional Thailand.

 

Vimanmek Mansion

 

    Untuk berkunjung kesini, gunakan pakaian yang tertutup, sopan dan tidak ketat, daripada menyewa-nyewa kain penutup lagi disini seharga THB 50  - THB 100, bahkan bisa kena denda hingga THB 2000 kalo melanggar aturan berkunjung tsb.

 

Papan regulasi bagi pengunjung

 

    Regulasi untuk berkunjung di Vimanmek Mansion memang sangat ketat, selain cara berpakaian, sebelum memasuki areal dalam bangunan utama, semua pengunjung tidak boleh membawa kamera, ponsel, tas, dan diharuskan untuk telanjang...wadow..maksudna tuh telanjang kaki alias melepas sepatu atau sandal, kemudian di pintu masuk gedung akan dilakukan periksa orang per orang layaknya pemeriksaan di bandara udara. Jangan kuatir, yang membawa kamera, bisa menyewa locker koin untuk menyimpan, yang memang disediakan. Loker berada di gedung yang ada disebelah kanan Vimanmek Mansion, dengan biaya THB 20 untuk locker kecil dan THB 30 untuk yang besar.

 

Ruang Locker Koin

 

    Bagi pengunjung yang tidak pegang tiket terusan Grand Palace, untuk masuk diharuskan beli tiket seharga THB 100.

 

Loket tiket

 

    Vimanmek Mansion menjadi tempat tinggal permanen Raja Rama V selama 5 tahun, setelah pindah dari Grand Palace. Jadi tidak heran, jika masuk ke dalam bangunan ini, kita akan melihat-lihat semua potret kehidupan Raja Rama V, termasuk segala macam perabotannya, serta koleksi barang-barang seni kerajinan sang raja semasa hidupnya.

    Seperti tampak dalam foto, bangunan ini memiliki 2 sayap di sebelah kanannya, masing-masing sayap memiliki panjang 60 m dan tinggi 20 m, serta 3 lantai. Raja Rama V sendiri tinggal di bangunan utama yang berbentuk segi delapan dan berlantai 4 (lhat foto, bangunan sebelah kanan). Secara keseluruhan, ada 31 ruang yang dipamerkan, termasuk kamar tidur, kamar mandi, ruang tahta, kamar merah muda yang menggambarkan suasana masa lalu Thailand.

 

1. Rumah TInggal Yang Mulia Putri Puang Soi Sa-Ang

    Bangunan ini dulunya merupakan tempat tinggal Yang Mulia Putri Puang Soi Sa-Ang, satu dari saudara perempuan Raja Rama V. Sekarang bangunan ini digunakan untuk memamerkan koleksi milik raja berupa jam-jam antik dan beberapa cinderamata yang didapat dari negara luar.

 

Rumah Tinggal Yang Mulia Putri Puang Soi Sa-Ang

 

2. Rumah TInggal Yang Mulia Putri Arun-Wadi

    Bangunan ini dulunya merupakan tempat tinggal Yang Mulia Putri Arun-Wadi, satu lagi dari saudara perempuan Raja Rama V. Sekarang bangunan ini digunakan untuk memajang foto-foto yang diambil oleh sang raja.

 

Rumah Tinggal Yang Mulia Putri Arun-Wadi

 

3. Paviliun Oktagonal Naga China 

    Merupakan bangunan tempat Phra Puttabenjapitakthai (5 patung Dewi Kuan-Im dengan pose berbeda) yang dipersembahkan oleh keluarga Chailuekij, pada kesempatan "The Golden Jubilee pada tahun 1996".

 

Paviliun Oktagonal

 

4. Rumah TInggal Yang Mulia Putri Bussaban Bua-Phan

    Merupakan tempat tinggal Yang Mulia Putri Bua-Phan, satu lagi dari saudara perempuan Raja Rama V. Bangunan lain yang juga digunakan untuk memajang koleksi foto-foto lain yang diambil oleh sang raja.

 

Rumah Tinggal Yang Mulia Putri Bua-Phan

 

5. Rumah TInggal Krom Luang Vorased Thasuda

    Bangunan ini merupakan kediaman Yang Mulia Putri Bootri yang bergelar Krom Luang Vorased Thasuda, anak perempuan Raja Rama III yang dibesarkan oleh Putri Phra Thepsirin (Ibu Ratu dari Raja Rama V). Didalam bangunan ini banyak dipamerkan koleksi artefak jaman pra sejarah dari budaya Thailand wilayah timur laut.

 

6. Rumah TInggal Yang Mulia Putri Oradaya Debkanya

    Rumah ini dibangun sebagai hadiah diberikan kepada Yang Mulia Putri Oradaya Debkanya, adik perempuan termuda dari Raja Rama V. Sekarang bangunan ini digunakan untuk memajang koleksi tekstil kuno dan pakaian sutera dari yayasan SUPPORT.

 

Rumah Tinggal Yang Mulia Putri Oradaya Debkanya

 

7. Tamnak Ho

    Tamnak Ho merupakan bangunan yang berdiri pertama di istana Bang Khun Phrom, istana Yang Mulia Pangeran Paribatra Sukhumbandhu. Saat ini bangunan difungsikan sebagai ruang pamer barang-barang artefak pribadi milik Yang Mulia Ratu Rambai Barni (Ratu dari Raja Rama VII).

 

Tamnak Ho

 

8. Kediaman Suan Farang Kangsai

    Awalnya bangunan ini merupakan tempat tinggal Putri Dara Rasmi, permaisuri kerajaan Raja Rama V. Saat ini dipakai untuk memajang koleksi 3 barang berharga, yaitu dekorasi dan perlengkapan upacara, lukisan minyak dan porselen.

 

 

    Setelah selesai melihat-lihat "etalase" kehidupan Raja Rama V, kami bergegas ke luar dari area Vimanmek Mansion, dan melanjutkan menuju ke Abhisek Dusit Throne Hall, yang sepaket dengan karcis masuk gratis ini, lokasinya berada di sebelah timurnya. Gak menyangka saking luasnya komplek Dusit ini, untuk mencapai Abhisek Dusit Throne Hall, saya mengambil jalan memutar keluar, padahal kalo dari dalam juga bisa. Namun gak rugi juga (menghibur diri ) jalan memutari pedestrian jalan kaki di luar Vimanmek Mansion ini, karena cukup asri membuat mata jadi segar dan berjalan kaki menjadi nyaman sambil dibelai angin sepoi-sepoi. Dari area Vimanmek Mansion saya keluar ke jalan raya, lalu belok kanan ketemu pedestrian spt di foto, jalan hingga ujung dan belok kanan lagi, sekitar 50 meter sudah sampai di gedung Abhisek Dusit Throne Hall (Gate B), dan seberang jalan kita bisa melihat gerbang masuk dari Dusit Zoo juga.

 

Jalur Pedestrian

 

Gerbang Dusit Zoo di seberang

 

Abhisek Dusit Throne Hall

    Sesampai di depan gerbang Abhisek Dusit Throne Hall, saya sempat bingung juga karena suasana lokasi terlihat cukup sepi dan tidak ada turis sama sekali, begitu masuk ke dalam ternyata ada sepasang turis bule juga kelihatan bengong, antara masuk dan nggak, karena tidak ada keramaian turis. Ketika tanya ke pos penjagaan, barulah si turis bule maupun saya baru "ngeh"...ternyata hari itu Abhisek Dusit Throne Hall sedang ditutup sementara waktu karena ada event. Tapi kami masih diperbolehkan masuk, untuk melihat-lihat dari kejauhan dan seputar taman aja.

 

Jalan kaki hingga ketemu plakat gerbang ini

 

Abhisek Dusit Throne Hall

 

    Pembangunan Abhisek Dusit Throne Hall dimulai tahun 1903 dan selesai pada tahun berikutnya. Bangunan digunakan sebagai ruang tahta istana Dusit. Seiring perjalanan waktu, Ratu Sirikit mendapat ijin dari raja untuk menggunakan bangunan ini sebagai museum untuk memamerkan barang seni dan kerajinan yang dihasilkan oleh anggota dari yayasan SUPPORT. Yayasan SUPPORT didirikan oleh sang ratu guna melestarikan kerajinan tradisional Thailand agar tetap bertahan di era modern saat ini. Dibuka untuk umum sejak tahun 1993.

 

Ananta Sammakorn Hall (????????????????????)

    Ketika pertama kali saya menemukan dan melihat foto bangunan ini, saya pikir ini pasti di Eropa, he..he..he..ternyata salah, bangunan ini merupakan salah satu bagian dari komplek Dusit Park. Letak pintu masuk ke bangunan ini cukup dekat dari Abhisek Dusit Throne Hall, tapi sayang seribu kali sayang, ketika berada disini ternyata bangunan ini juga sedang ditutup untuk umum karena ada event lain yang di gelar. Jadi saya hanya bisa memandangi kemegahan bangunan ini dari luar dan dibolehkan ama penjaga gerbangnya untuk berfoto-foto dari luar aja.

 

Ananta Sammakorn Hall

 

    Gedung bergaya Renaissance Itali ini dibangun pada jaman Raja Rama V, tapi sebelum bangunan selesai berdiri 1915, sang raja keburu meninggal (1910). Dulu berfungsi sebagai aula penerima tamu kenegaraan, tapi kini digunakan juga sebagai museum koleksi karya seni kerajaan, bagian dari yayasan SUPPORT yang diprakarsai oleh Ratu Sirikit.

 

Chatuchak Weekend Market (???????????)

    Setelah selesai berkeliling di daerah Dusit Park, saya melanjutkan jalan-jalan menuju Pasar Chatuchak. Gak salah nich wisata kok ke pasar, hehehe jangan kaget, Pasar Chatuchak sudah jadi trademark-nya para turis kalo ke Bangkok, jadi jangan dilewatkan berkunjung ke pasar yang satu ini. Dari depan gerbang Ananta Sammakorn Hall ini, saya mencegat taksi dan minta diantar ke Pasar Chatuchak tapi dengan menggunakan argo. Lokasinya sih dekat, hanya saja macetnya jalanan yang minta ampun, setiap taksi yang saya stop kebanyakan gak mau antar dengan alasan macet tadi. Sekali lagi tenang aja, jumlah taksi yang bersliweran banyak, jadi pada akhirnya pastilah ada yang mau antar, biaya taksi sekitar THB 90 dengan menggunakan argo, diantar persis berhenti di depan JJ Mall, mal yang ada disebelah Pasar Chatuchak.

    Didepan JJ mall ini ada pedagang kaki lima yang berjualan makanan camilan aneh-aneh. Jangan sungkan-sungkan untuk mengulurkan tangan mengambil tester makanan gratis yang memang disediakan dari beberapa gerai penjual disitu, nyam..nyam comot sana sini gratis hehehe.... Saya masuk ke JJ Mall ini dan menuju foodcourt-nya dulu untuk cari makan. Sebelum akhirnya turun ke lantai dasar dan masuk Pasar Chatuchak via pintu samping yang bersebelahan dengan JJ Mall ini. Jika belum punya denah Chatuchak bisa juga ambil di bag. informasi dekat pintu masuk 1 ( Kamphaeng Peth 2 Rd ).

 

Asyiknya kuliner sambil comot tester gratisan

 

Bakcang buah-buahan

 

Gorengan alien

 

Es Cendol Mutiara seger..seger...

 

    Chatuchak merupakan pasar akhir pekan terbesar di Thailand bahkan di dunia, begitu mendunianya sampai-sampai disebutkan lebih dari 200 ribu pengunjung tiap harinya memenuhi dalam pasar (Hanya buka tiap Sabtu dan Minggu, ya). Jika melihat denah Pasar Chatuchak (ambil disini), ada lebih dari 10.000 gerai yang dibagi dalam 27 seksi. Dijamin kalo melipir jalan-jalan dimari, kaki pasti gempor saking luasnya. Barang-barang apapun hampir ada dan dijual disini, pemasoknya kebanyakan dari pabrikan lokal seperti kerajinan seni kayu, kerajinan tanah liat, suvernir, furnitur, bunga dekorasi kerajinan tangan, tumbuhan, keramik, boneka, peralatan kebun, batu berharga, perhiasan, pakaian, sepatu, sutera, dan lain-lain. Sedang cara belinya harus pandai menawar ya.

 

Pintu masuk Chatuchak dari samping JJ Mall

 

     Supaya tidak berputar-putar ketika berada di pasar yang besar ini, sebaiknya tentukan dulu sasaran belanja-nya lalu cocokkan dengan denah pembagian gerai jualannya seperti dibawah ini :

- Buku : Seksi 1, 27
- Dekorasi Rumah dan Furnitur : Seksi 2, 4, 17
- Tanaman dan Perlengkapan Berkebun : Seksi 3, 7, 24
- Barang Kerajinan : Seksi 5, 8, 10, 25
- Binatang Peliharaan dan Perlengkapannya : Seksi 6, 9, 13
- Pakaian dan Aksesoris : Seksi 8, 10, 12, 14, 15, 16, 18, 20, 21, 22, 23, 26
- Makanan Kering : Seksi 12, 19, 26
- Makanan dan Minuman : Seksi 15, 16, 17, 18, 22, 27
- Dompet, Tas : Seksi 14
- Pakaian Bekas : Seksi 1
- Sepatu : 21
- Galeri dan Benda-Benda Seni : Seksi 7
- Barang Keramik : Seksi 11, 17
- Barang Antik : Seksi 25, 26

    Satu hal yang saya suka waktu jalan-jalan di pasar chatuchak, melihat barang-barang yang dijual unik dan lucu-lucu, ternyata orang Thailand sangat kreatif dalam menghasilkan barang-barang kerajinan baik dari daur ulang barang bekas ataupun bukan barang bekas.

 

Tuk Tuk dari kaleng minuman ringan

 

Kerajinan tanah liat dengan karakter "Ngakak"

 

Baju untuk anjing peliharaan

 

Kreativitas dari bahan kain dan kancing

 

    Ketika di dalam pasar Chatuchak ini jangan lupa mampir di penjual es krim kelapa yang cukup ramai, es puter ketannya bener-bener maknyus tenan. Tak disangka-sangka juga ketika sedang membeli es ini, tiba-tiba dari seluruh pengeras suara di Pasar Chatuchak berkumandang lagu berbahasa Thailand, dan serta merta para pengunjung yang lalu lalang kok tiba-tiba jadi diam (freeze), saya pun jadi teringat bahwa pada jam-jam tertentu di Thailand memang di kumandangkan lagu kebangsaannya. Kalo lagu sudah berkumandang, semua aktivitas warga bahkan turis-turis harus berhenti dan diam mematung sejenak dengan maksud menghormati, wow...betapa respeknya mereka dalam hal kebangsaan seperti ini.

 

Es puter ketan

 

    Untuk kembali ke tempat penginapan, kali ini saya menggunakan BTS. Perlu diketahui, Mochit merupakan stasiun BTS yang paling dekat dengan Pasar Chatuchak. Untuk mencapai St. Mochit (sebelah taman Chatuchak), dari dalam Pasar Chatuchak, saya keluar melalui pintu 2 ( Kamphaeng Peth 3 Rd. ) sebelah barat yang menghadap taman Chatuchak. Ramai sekali orang berlalu lalang dari dan menuju St. Mochit ini. Dari jalan keluar pintu 2, cukup jalan melipir hingga masuk ke taman, ikuti orang-orang yang ramai lalu lalang hingga keluar persis didepan tangga menuju BTS Mochit atau pintu masuk MRT Mochit.

 

Denah chatuchak dan rute pulang

 

Penampakan Gerbang 2

 

Pemandangan dari atas Stasiun BTS Mochit

 

Mall MBK

    Ketika sudah tiba di St. Mochit, hari sudah menjelang petang, masih ada waktu untuk menghabiskan suasana malam di kota Bangkok dengan aktivitas nge-Mall dan mencari dinner sebelum balik ke penginapan. Jadi kami memutuskan sambil menuju pulang, sekalian singgah di Mall MBK yang kesohor itu. Perjalanan BTS ini dari Mochit akan melewati dan stop di interchange St. Siam dan bisa turun disini atau ganti BTS ke arah St. National Stadium. Perlu diketahui letak mall MBK berada ujung pertemuan Rama I Rd. dan Phaya Thai Rd., di antara Stasiun BTS Siam dan Stasiun BTS National Stadium, tapi saya memilih untuk turun di St. National Stadium.

 

Letak Mall MBK

 

    Berhubung bersamaan dengan jamnya orang pulang kerja, BTS dari Mochit menuju stasiun-stasiun berikutnya selalu pun penuh sesak, aroma kecut dan wangi pun di dalam kereta bercampur aduk wkwkwk..., untunglah perjalanan dengan BTS hanya memakan waktu 15 menit saja, hingga sampai Siam interchange pada turun semua. Biaya yang diperlukan jika men-tap menggunakan kartu rabbit baik turun di Siam atau di National Stadium sama-sama hanya THB 41.

 

Rute BTS Mochit - National Stadium

 

    Turun dari BTS, kita tinggal melangkah melalui jembatan pedestrian yang tersambung ke Mall MBK, waktu berjalan sampai di depan akses masuk MBK, kami menemukan iklan dari MBK, yang isinya menyediakan Welcome Drink GRATIS khusus buat turis yang mampir ke MBK, wow. Tanpa ba bi bu lagi, kamipun langsung ngeloyor menuju lantai 5 tempat disediakannya welcome drink ini, ya lumayan lah, ternyata Mall satu ini memang bener-bener peduli ama turis-turis kayak kita ini , dan tahu kalau kita sudah haus....hehehe. Ketika tulisan ini saya buat, ternyata mall MBK masih aja menyediakan Welcome Drink ini, jadi kalo ke MBK jangan lupa mampir untuk minum gratis dengan menunjukkan paspor.

 

Banner Welcome Drink

 

Asyiknya nyruput Welcome Drink Suegerr di dalam MBK

 

    MBK yang juga lebih dikenal dengan Mah Boon Krong, merupakan pusat perbelanjaan yang besar, ada 2000 an toko dalam 8 lantai. Mall ini cukup ramai didatangi setiap harinya, dan ketika berdiri tahun 1985 merupakan Mall terbesar se-Asia waktu itu. Saya berkeliling melihat-lihat, hingga akhirnya mencari maem di pujasera mall ini. Memang bener-bener ramai banget mall ini meskipun sudah berumur seperempat abad. Menurut rumor yang banyak beredar, para shopholic indonesia banyak yang suka belanja disini, katanya Mall ini mirip ITC dengan jualan barang yang tergolong murah-murah untuk ukuran Mall, seperti fashion, gadget, kamera, perhiasan, souvenir khas Thailand. Tapi menurut saya kalo mau belanja grosiran lebih baik ke platinum atau pratunam.

 

Mall MBK yang gak boleh dilewatkan

 

    Mall buka 10.00 AM - 22.00 PM, selain itu mall juga menyediakan konter untuk penitipan tas, ada di lantai 6. Biasanya ada toko-toko yang menyediakan diskon-diskon tambahan buat para turis, kalo memang doyan belanja, sebaiknya cek detilnya disini. Soal makan, tinggal pilih yang sesuai selera disini, mulai dari restoran khas Thailand, Jepang, Korea, Eropa, dan Timur Tengah, lengkap ada di mall ini. Selepas makan malam di MBK, akhirnya kami menyudahi jalan-jalan dihari ke delapan ini, untuk kembali ke penginapan dengan naik BTS dari St. Siam dan turun di St. Phloen Chit, persis di sebelah hotel tempat saya menginap.



Belum ada komentar untuk blog ini.

Ninggalin Jejak





 (opsi : Isikan link web-mu jika ada)



     Ikuti jejak komentar via email (Subscribe)

Kode Sekuriti