Wisata Keren
Sponsor

22
Sep

Menonton Symphony Of Lights #Day 1

Sat 22 Sep 2012, 2:18am

6

   Sebenarnya saya merencanakan perjalanan ini untuk tahun depan, tapi begitu sebuah email promosi dari Air Asia (AA) menyerobot masuk dan mengedipkan mata untuk minta dibaca, bak kutu loncat sembari membuka email yang isinya "Sby - Kuala Lumpur Rp.199.000 Sekali Jalan", kubuka pula situsnya AA untuk mulai berburu ticket promo tsb, ...ya mengingat kalo ada promo macam gini, situs AA cuman beri waktu terbatas untuk mengobrak-abrik dalam pencarian tiket untuk hari yang pas. Alhasil pula saya cuman memiliki waktu 1.5 bulan untuk persiapan sebelum berangkat.

    Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, semua tiket sudah dicetak semua (sengaja mencetak dobel sebagai serep),  4 jam sebelum keberangkatan saya coba melakukan Check-in Penumpang melalui Web Check-in yang disediakan AA, Voila mudahnya (perlu dicatat, perhatikan ejaan nama-nama penumpang serta No. passport yang diisikan agar tidak menjadi problem ketika boarding). Waktu menunjukkan pukul 17.30, koper-koper sudah mulai berteriak-teriak untuk minta diangkut pergi jalan-jalan, meluncurlah kami ke Bandara Juanda. Sesampai di konter AA, para pengidola AA rupanya sudah pada kusyuk antri berbaris untuk cek-in penumpang atau cek-in bagasi, terlihat tidak terlalu padat jua, mengingat ini merupakan penerbangan terakhir untuk hari itu (Oh. iya saya sengaja memilih penerbangan yang terakhir malam hari, dengan harapan keesokan paginya bisa lanjut dan tiba di Hogkong pas waktu cek-in hotel, sekitar jam 12.00). Sempat juga melihat mesin Self Check-in AA yang sedang ngambek tidak beroperasi.

 

Bandara Juanda

Mesin Self Check-in Air Asia

 

   Setelah melakukan boarding dan pukul 20.10 pun pesawat tinggal landas ( "Now Everyone really Can Fly" ).

 

LCCT Kuala Lumpur - Malaysia

   Perjalanan SUB - KUL ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam, dan sebelum pukul 23.45 waktu Malaysia (beda 1 Jam dengan WIB) pesawat sudah mendarat dengan mulus di bandara LCCT Malaysia. Di Kuala Lumpur ada 2 bandara, yaitu LCCT (Low Cost Carrier Terminal) dan KLIA (dibahas di bagian Wisata 7 hari Malaysia - Singapore), dimana LCCT merupakan bandara lama dan menjadi home base pesawat AA. Meski LCCT termasuk bandara untuk Penerbangan "Low Budget" jangan beranggapan tempatnya pasti kumuh. Turun dari pesawat, para penumpang langsung diberi aba-aba tanpa pilihan alias jalan kaki ke arah pintu koridor (liat foto) dan  menuju cek imigrasi (lumayan jauh bok, tuh kan namanya juga jalan-jalan, sehat-lah),

 

Bandara LCCT01

Tempat Turun Penumpang Air Asia

 

suasana di dalam LCCT sendiri cukup bersih dan nyaman. Suatu hal menarik terjadi, begitu tiba di depan konter cek imigrasi tiba-tiba ada seorang turis cewek yang baru tiba dari China sendirian seperti kebingungan mendekat dan bertanya kalau dia kehabisan pulsa ingin pinjem HP untuk menelpon temannya (Nah lho...belum sampai Hongkong sudah mendapat ujian untuk ngoceh bahasa mandarin , karena dia nyrocos terus pake Mandarin, dan yang gini ini perlu extra hati-hati).

 

Bandara LCCT02

Salah satu sudut LCCT di malam hari

 

   Ketika selesai cek imigrasi dan mengambil bagasi, kita bisa menuju ke tempat "Perlepasan" (Departure / Keberangkatan, seperti di foto), aroma bahasa malaysia mulai terasa hehehe, Oh ya bagi yang melakukan perjalanan malam dan mendarat di LCCT, gak perlu kuatirlah, karena kesibukannya, bandara ini tidak pernah sepi setiap hari selama 24 jam, masih aja ada konter-konter makanan (seperti Mc. Donald, KFC, Marry Brown, Starbuck)  dan minuman yang buka, juga banyak banget transitter (penumpang yang akan melanjutkan penerbangan pesawat berikutnya) segala bangsa yang lalu lalang, bahkan duduk-duduk sambil tidur-tiduran di lorong-lorong ini sembari melepas penat tanpa malu-malu untuk menunggu penerbangan selanjutnya seperti kami.

 

Bandara LCCT03

Konter Old Town White Cofee

 

   Penerbangan lanjut ke Hongkong masih harus menunggu 5 jam (tepatnya pukul 07.10), Sembari menunggu, untuk menghangatkan suasana di tengah malam kayak gini, bubur dari OLD TOWN white coffee bisa menjadi pilihan. Agar langsung mendapat no. tempat duduk di pesawat, kali ini saya mencoba untuk melakukan Check-in Penumpang melalui BB + Wifi, kita bisa memanfaatkan wifi gratis selama 2 jam ketika berada di lokasi LCCT, melakukan Check In Penumpang melalui situs Air Asia Mobile juga sama mudahnya, setelah selesai memasukkan nama, di BB akan muncul kode dan no. barcode, nah simbol barcode ini cukup didekatkan dan scankan di alat pembaca yang tersedia di dalam ruang tunggu "Pelepasan" tadi untuk mendapatkan struk bukti Check In.

 

Bandara LCCT04

Mesin Printer Struk Check In LCCT

 

   Sekitar pukul 05.00 waktu LCCT, konter Air Asia untuk penerbangan KUL-HKG mulai dibuka, para penumpang pun dengan kepala yang masih melekat di bangku2 ruang tunggu mulai membangunkan  koper-kopernya yang tertidur nyenyak untuk diangkat menghadap ke bagasi check in, Jam 07.00 pun pintu pesawat sudah dibuka, semua penumpang rapi berbaris menuju tempat duduk masing-masing di pesawat, 10 menit kemudian pesawat sudah terbang membelah langit menuju Hongkong. Perjalanan Kuala Lumpur ke Hongkong sendiri membutuhkan waktu 4 jam (lumayan untuk menyambung paket tidur malam di ruang tunggu  yang belum cukup tadi).

 

Bandara Internasional Hongkong (Chek Lap Kok)

   Sekitar pukul 11.00, Pesawat sudah mendarat di terminal 1, bandara Chek Lap Kok atau HKIA, dan penumpang sudah berhamburan keluar, wow banget ya, begitu kesan awal yang saya tangkap ketika keluar dari belalai gajah pesawat, lantai berkarpet, benar-benar bersih dan modern, untuk menuju imigrasi bisa pilih mau jalan kaki,  naik eskalator atau naik kereta otomatis (automated people mover).

 

bandara HKIA 01

Suasana Kedatangan Di bandara HKIA

 

   Kali ini saya ingin mencoba untuk naik kereta otomatis, untuk itu perlu turun ke lantai 1, tunggu bentar kereta sudah datang, naik dan jalan bentar, dah berhenti pas diatas konter imigrasi, naik eskalator hingga lantai 5, begitu tiba di lantai 5 terlihat antrian imigrasi begitu panjang alamak, tapi antrinya gak pake lama, keluar imigrasi langsung ke bagian klaim bagasi untuk mengambil koper, sempat bingung juga melihat carousel bagasi (ban berjalan) banyak sekali (ada 14 blok).

 

bandara HKIA 02

Automated People Mover (Train)

 

   Setelah mengambil koper, kami berjalan menuju exit hall dan ketika melewati Airport Express Customer Service Centre sempatkan dulu untuk membeli "Octopus Card", inilah kartu pintar sebagai kunci dalam menjelajah hari demi hari di Hongkong. Ada 3 jenis kartu yang ditawarkan sesuai golongan, sbb :

  1. Dewasa (Adult - Kartu bermotif Rainbow), Harga 150 HK$ (50$ untuk Deposit, 100$ u/ dipakai)
  2. Anak-anak (Child - Warna merah muda), Harga 70 HK$ (50$ untuk Deposit, 20$ u/ dipakai)
  3. Orang Tua  dengan umur > 65 (Senior - Warna hijau), Harga 70 HK$ (50$ untuk Deposit, 20$ u/ dipakai)

   Dengan mempunyai kartu octopus ini, kita bisa menggunakan segala moda transportasi di Hongkong (Bis, MTR, Kapal Ferry, Taksi, Trem, Peak Trem), untuk belanja di supermarket (7 eleven) atau gerai retail lainnya. Ya fungsinya seperti dompet elektronik, cara pakainya cukup ditempel (di-tap) ke reader (mesin baca) yang tersedia di moda transportasi atau merchant yg bersangkutan. (untuk lengkapnya bisa lihat di situs resminya www.octopus.com.hk). MRT atau MTR sich?, bukan saya nulisnya yang kebalik-balik ya, kalo di Singapura kita mengenal moda transportasi kereta cepat yaitu MRT (Mass Rapid Transit), nah kalo di Hongkong kereta cepat ini namanya MTR (Mass Transit Railway). Jangan lupa untuk mengambil map rute MTR atau bisa melihatnya di www.mtr.com.hk/eng/homepage/cust_index.html

 

bandara HKIA 03

 Kartu Pintar Octopus

 

bandara HKIA 04

Peta Rute MTR Hongkong

 

   Kartu pintar sudah dikantong, sekarang tinggal saatnya keluar menuju pusat kota Hongkong, ketika keluar dihadapkan dengan 2 lorong exit, yaitu A dan B, bingung nich ke kiri (A) atau ke kanan (B), dari pada sesat dijalan - tanya dulu, pas ketemu ibu petugas berpakaian seragam rapi, beliau menjawab "untuk keluar boleh menggunakan sisi kiri atau kanan", (Nah lhoe tambah bingung pisan). Saya lebih memilih untuk keluar melalui exit A, eh ternyata dari exit A dan B memang sama-sama keluarnya bertemu di satu Hall yang gede, jika ingin melanjutkan menggunakan Airport Express (Kereta Cepat), tempat boardingnya ada di hall pertemuan ini, namun jika ingin naik taksi, shuttle bus hotel atau naik bus harus menuju Terminal 2 dulu dan jalan exit-nya untuk menuju ke Terminal 2 ada di tengah hall, karena ingin naik bis maka dari Terminal 2, saya langsung ke kanan dan turun ke bawah menggunakan lift, lalu dilanjutkan jalan kaki beberapa meter untuk  mencapai terminal bus menuju Stasiun Tung Chung (Seluk beluk Bandara Hongkong, silahkan cek www.hongkongairport.com)

   Sebenarnya untuk menuju pusat kota ada beberapa moda transportasi yang bisa kita ambil,

 

  • Naik Taxi
  • Naik Airport Express
  • Naik Bis
  • Naik Bis + MTR

 

 

bandara HKIA 05

Halte Bis S1

 

   Namun berhubung ingin mencapai Tsim Sha Tsui dengan cepat dan murah, jadinya saya pilih naik bis dulu ke arah stasiun Tung Chung dan dari stasiun ini bisa dilanjutkan dengan naik MTR ke Tsim Sha Tsui. Jangan kuatirlah, Bis-bis disini tergolong nyaman karena tidak harus berdesak-desakan dan antri naiknya di halte pun harus baris teratur  tanpa serobot-serobotan. Ketika tiba di Mall City Gate dimana stasiun Tung Chung berada, perut kami sudah mulai menyanyi minta diisi, jadi nya naik dulu ke lantai 2, ketemu "Food Republic" di Mall City Gate ini untuk makan siang dulu.

 

Stasiun Tung Chung

Stasiun MTR Tung Chung

 

   Dari stasiun Tung Chung ke Stasiun Lai King (x) ganti jalur merah ke arah Stasiun Tsim Sha Tsui (memakai kartu octopus ongkosnya cuman 14.1 HK$ /org dan 7.2 HK$ /anak), yang perlu diperhatikan ketika naik MTR ini adalah exit-nya karena exit dari setiap stasiun MTR ini banyak, jadi kalau salah mengambil arah exit, bisa lebih jauh jalan kakinya ("Exit Map" lengkap dari masing-masing stasiun tersebut bisa dilihat melalui streetdirectory.com/hongkong/). Saya sendiri begitu tiba di stasiun Tsim Sha Tsui, pilih Exit B2, Cameron Rd, begitu keluar dari bawah tanah, jalan beberapa meter belok kiri sudah langsung ketemu hotelnya. Benar-benar strategis, jadi gak perlu jalan jauh-jauh lagi, memandang ke kanan dan ke kiri banyak juga outlet-outlet gerai makanan cepat saji macam KFC, Mc. Donalds, King Burger. Setelah sampai hotel, check-in bentar dan kamar sudah siap, kepala sudah berat dan badan sudah pengin memeluk guling untuk tidur dulu. zz..zz..zz

 

Hotel Benito 01

Lokasi Hotel

 

Hotel Benito 02

Hotel bersih dan nyaman

 

Symphony Of Lights

  Sekitar jam 18.00, kami semua sudah bangun dan bersiap-siap untuk menonton pertunjukan sinar laser (Symphony Of Lights) di seputar Avenue Of Stars (itu lho jalur jalan sepanjang 440 meter di tepi Victoria Harbour, tempatnya para bintang film Hongkong membubuhkan telapak tangannya / "Handprint"). Symphony of Light sendiri adalah pertunjukan laser yang ditembakkan dari gedung-gedung tinggi di tepi Victory Harbour dan gedung-gedung diseberangnya (Hongkong Island), pertunjukannya bisa disaksikan setiap hari jam 20.00 (kecuali jika ada taifun). Jangan sampai melewatkan pertunjukan ini karena gratis dan pemandangan malamnya di tepi Victoria Harbour menarik.

   Untuk menuju kesana, saya cukup jalan kaki menuju Nathan Rd dan belok kiri ke arah Selatan hingga ujung jalan Nathan Rd, belok kiri lalu menyeberang Salisbury Rd melalui terowongan bawah tanah sekaligus Mall SOGO, ikuti petunjuk di terowongan itu ke arah Avenue Of Stars hingga keluar di seberang jalan, dan berjalan jalan beberapa meter, sebelum Gerbang Hotel Intercontinental belok ke kiri menyusur taman dan tembus ke Victoria Harbour. Ketika tiba, ternyata banyak orang sudah berkumpul, dan pertunjukan baru saja dimulai.

 

Symphony Of Light

Symphony Of Light

 

 Avenue of Stars

Patung Avenue of Stars

 

    Pertunjukan Symphony of Lights hanya berlangsung 15 menitan, dan sayangnya pada malam itu langit agak berkabut, sehingga belum puas rasanya melihat. Setelah selesai pertunjukan, saya sempat-sempatkan berfoto ria, setelah itu kembali ke Hotel untuk istirahat karena hari berikutnya dibutuhkan stamina segar untuk menjelajah Disneyland seharian. Sembari jalan kaki balik ke hotel, kami mampir dulu untuk mencoba KFC nya hongkong di dekat hotel, ternyata rasanya beda ya...gurih banget ayam krispi-nya.



6 Jejak Komen
  • joshua

    Sat 13 Sep 2014, 12:13pm
    halo .. waktu di tsim sha tsui nginep di hotel mana ya? atau ada rekomendasi untuk hotel di sekitar MTR ?

    Terima Kasih :)

    Merespon

  • ivan

    Sat 23 Nov 2013, 3:54am
    mau tanya bus dari airport k tung chung nomer brapa?trus tarif nya brapa? thanks

    Merespon

    • Yvzur

      Sun 24 Nov 2013, 18:51pm
      Hi Ivan, Gunakan bus no S1 atau S56 operatornya City Bus, ongkosnya HK$3.5

      Merespon

  • Monalysa

    Wed 16 Jan 2013, 17:50pm
    Dear,

    Aku mau minta suggestion nih, ada info gak ya kalau untuk penginapan yang budgetnya hostel untuk 3 orang di daerah Tsim Sha Tsui ini, aku dapat referensi UK Hostel dengan hrg terjangkau 3,000,000++ untuk 5 Malam/3 person di jalan Nathan Road, Chunking Mansion. Thankyou for your info

    Merespon

    • Yvzur

      Wed 23 Jan 2013, 23:52pm
      Jika yg anda maksud, adalah UK Deluxe Hostel, ChungKing Mansion, 36-44 Nathan Road, sebaiknya baca dulu testimoni beberapa orang yang pernah menginap disitu (www.tripadvisor.com/Hotel_Review-g294217-d1500376-Reviews-UK_Deluxe_H ostel-Hong_Kong.html) - mereka menilai hostel tsb tidak bagus. Jadi hati-hati dengan hostel yang murah tp tidak nyaman.

      Untuk budget hostel di daerah Tsim Sha Tshui, para backpacker lebih merekomendasikan menginap di Golden Crown Hostel ( silahkan cek situsnya www.goldencrownhk.com )

      Merespon


Ninggalin Jejak





 (opsi : Isikan link web-mu jika ada)



     Ikuti jejak komentar via email (Subscribe)

Kode Sekuriti